SDN Cijayanti 4 Terapkan MPLS Ramah dengan Konsep Belajar Bermain

0
SDN Cijayanti 4
iswa baru mengikuti rangkaian kegiatan MPLS Ramah di SD Negeri Cijayanti 4, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (15/7/2026). Sekolah menerapkan konsep ramah anak untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan. Foto: dok.Diskominfo Kabupaten Bogor

NARASITODAY.COM, BOGOR – SD Negeri Cijayanti 4, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, menerapkan konsep Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah pada tahun ajaran 2026/2027. Program tersebut dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah melalui kegiatan yang edukatif, aman, dan menyenangkan.

Sejak hari pertama pelaksanaan MPLS, Rabu (15/7/2026), siswa mengikuti berbagai kegiatan pengenalan sekolah didampingi orang tua. Selain mengenal guru, teman sekelas, dan lingkungan belajar, peserta didik juga diajak mengikuti aktivitas kreatif sebagai bagian dari proses adaptasi.

Baca Juga :  Jet Pribadi Raffi Jadi Penyelamat Isa Bajaj Saat Darurat Keluarga

Salah seorang orang tua siswa, Sri Malini, menilai konsep MPLS yang diterapkan sekolah mampu mendorong kreativitas anak sejak hari pertama sekolah.

“Kegiatannya bagus. Anak-anak jadi lebih kreatif dan semakin semangat belajar,” ujarnya.

Orang tua siswa lainnya, Wina, berharap kegiatan MPLS dapat membantu anak lebih percaya diri dalam memulai pendidikan di sekolah dasar.

“Semoga anak bisa belajar dengan baik dan meraih cita-citanya,” katanya.

Baca Juga :  Melebihi Target, Skuad Merah-Putih Dominasi Malaysia Open Woodball 2025

Guru SDN Cijayanti 4, Syifa, mengatakan MPLS tahun ini mengedepankan pendekatan ramah anak agar peserta didik baru dapat beradaptasi tanpa tekanan maupun rasa takut.

“Kami ingin anak-anak merasa senang, nyaman, dan aman berada di sekolah,” kata Syifa.

Selain mengenalkan lingkungan sekolah, siswa juga mengikuti kegiatan membuat topi dari bahan sederhana dan barang bekas, seperti bola dan kardus. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kreatif sekaligus mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Juga :  5 Sikap Positif Orangtua dalam Menghadapi Anak Remaja yang Sedang Pemberontakan

Menurut Syifa, pendekatan belajar sambil bermain diharapkan dapat membantu siswa lebih mudah beradaptasi sekaligus membangun rasa percaya diri.

“Harapan kami, anak-anak merasa betah di sekolah dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri,” ungkapnya.

Pelaksanaan MPLS Ramah menjadi bagian dari upaya sekolah menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan bebas dari perundungan sehingga peserta didik baru dapat memulai proses belajar dengan rasa aman dan nyaman.***

Editor : Alysa

Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor