NARASITODAY.COM – Marc Marquez dikenal sebagai pembalap yang tidak hanya cepat, tetapi juga tangguh luar biasa. Di tengah lintasan, ketika mayoritas rider akan memilih menyerah usai terjatuh, Marquez justru memilih sebaliknya bangkit, menyalakan kembali motornya yang nyaris rontok, dan terus melaju seolah tak terjadi apa-apa.
Musim ini, kebiasaan sang juara dunia delapan kali itu kembali menjadi sorotan. Seberapa keras pun jatuhnya, selama dirinya masih bisa bergerak dan motor Ducati-nya masih menyala, Marquez tidak pernah ragu untuk kembali bergabung dalam balapan meski harus memulai dari barisan paling belakang.
Namun, tak semua orang memandang aksi heroik itu sebagai kekuatan semata. Ramon Forcada, mantan kepala kru kawakan MotoGP, mengangkat sudut pandang yang berbeda: “Sepeda motor terkadang menjadi berbahaya, itu sudah menjadi masalah keselamatan,” tegasnya.
Forcada menyoroti bagaimana Marquez kerap melanjutkan balapan dengan kondisi motor yang tak lagi ideal. Dalam beberapa kesempatan, footpad motornya hilang, fairing sudah nyaris copot, namun Marquez tetap memacu mesin seolah semuanya normal. Baginya, semangat pantang menyerah ini bisa berubah menjadi bumerang.
“Sekarang, dengan semua yang terjadi, konsepnya adalah tidak aman bagi motor yang sudah terjatuh untuk kembali ke lintasan,” lanjutnya.
Sorotan ini muncul bukan hanya karena kekhawatiran terhadap keselamatan Marquez sendiri, tetapi juga risiko yang bisa ia bawa kepada rider lain di lintasan.
Namun bagi Marquez, tampil maksimal adalah DNA-nya. Meski harus melaju dari belakang, ia akan terus mencoba menyalip satu per satu rivalnya, mengubah kekalahan menjadi kemenangan moral, dan membuktikan bahwa mental juara tak bisa dihancurkan, bahkan oleh crash.
Forcada pun mengakui bahwa Marquez memang berbeda. “Orang ini membalap dengan cara yang berbeda. Kecepatannya berbeda,” katanya. Ia juga menyebut bahwa beberapa kecelakaan Marquez bukan disebabkan oleh kegagalan teknis, tapi justru karena dorongan ekstrem untuk terus mendobrak batas.
“Kadang-kadang itu karena hal konyol, tetapi cukup untuk membuat Anda jatuh,” ujar Forcada, mengakhiri komentarnya dengan nada serius.***














