Sopir Truk Terlelap, Kendaraan Terguling di Tol Jagorawi Bogor

0
Ilustrasi Tol Jagorawi Bogor

NARASITODAY.COM – Pagi masih gelap saat dentuman keras memecah kesunyian di kilometer 47 Tol Jagorawi, Bogor, Jawa Barat. Waktu baru menunjukkan pukul 04.20 WIB, Jumat (9/5/2025), ketika sebuah truk boks yang melaju dari arah Jakarta menuju Gadog, Bogor, kehilangan kendali dan masuk ke parit di tepi jalan.

Truk itu tidak menghantam kendaraan lain. Tak ada suara klakson peringatan atau upaya pengereman dramatis. Hanya suara logam menghantam tanah dan rerumputan yang basah oleh embun dini hari. Diduga, sopirnya terlelap sesaat cukup lama untuk membuat satu kendaraan besar terguling.

Baca Juga :  Helm? Nggak Pakai! Pemotor Asal Citeureup Terobos Tol Jagorawi Bikin Geger

“Penyebab kecelakaan (karena sopir) mengantuk,” ujar Kompol Jajuli, Kepala Induk PJR Tol Jagorawi, dalam keterangannya pagi itu.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, kendaraan diketahui melaju di lajur 1. Tidak ada manuver ekstrem. Hanya satu momen krusial ketika arah truk perlahan oleng ke kiri dan meluncur keluar dari aspal yang sepi, masuk ke area rumput, sebelum akhirnya terguling di sebuah parit.

Baca Juga :  Satu Rumah di Pancawati Tertimpa Pohon Tumbang

“Posisi akhir kendaraan terbalik miring dengan kedua roda kanan di atas menghadap selatan,” jelas Jajuli.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sopir dan kendaraan lain selamat. Petugas segera bergerak cepat mengevakuasi kendaraan yang terjebak dalam posisi tak biasa itu, agar tidak mengganggu arus lalu lintas yang mulai padat menjelang pagi.

“Jumlah korban nihil,” tegas Jajuli.

Kecelakaan ini mungkin terlihat sepele. Tapi bagi sebagian orang, ini adalah pengingat bahwa kantuk di jalan tol bisa lebih mematikan daripada tikungan tajam atau hujan deras. Jalan tol yang lurus dan lengang, terutama di dini hari, seringkali justru menjadi tempat di mana kewaspadaan paling diuji.

Baca Juga :  Pagi Mencekam di Tol Jagorawi, Tiga Kendaraan Tabrakan Beruntun Tanpa Korban Jiwa

Truk itu kini sudah tidak ada di lokasi. Namun jejak rodanya di rerumputan dan bekas tanah yang tergali menjadi saksi bisu sebuah perjalanan yang semestinya tiba tepat waktu jika saja tidak dihentikan oleh rasa lelah yang tidak ditangani.***