BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Wilayah Selatan Indonesia Meski Cuaca Cerah Mendominasi

0
Ilustrasi Hujan

NARASITODAY.COM – Libur panjang Waisak sering dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata atau pulang kampung. Namun di balik sinar matahari yang belakangan mendominasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan: langit cerah tak selalu berarti aman. Cuaca di Indonesia kini berada dalam masa transisi yang rawan kejutan atmosfer.

Dalam laporan mingguan bertajuk “Prospek Cuaca Mingguan Periode 9–15 Mei 2025”, BMKG menyampaikan bahwa Indonesia tengah memasuki masa peralihan musim. “Potensi hujan meningkat di selatan Indonesia, meskipun cuaca cerah dan suhu tinggi masih mendominasi beberapa daerah,” tulis BMKG, dikutip Senin (12/5/2025).

Ciri-ciri peralihan musim ini semakin kentara dibanding pekan lalu. Perubahan ditandai dengan pelemahan angin monsun Asia dan penguatan monsun Australia. Hal ini berdampak pada meningkatnya suhu udara, kelembapan yang cenderung lebih kering (63–79%), serta lebih banyak hari cerah di berbagai daerah.

Baca Juga :  Gempa M 5,3 Guncang Halmahera Barat, Getaran Terasa hingga Manado–Minahasa

Namun, jangan terkecoh. Cuaca cerah pada siang hari bukan jaminan langit tetap tenang hingga malam. BMKG memperingatkan adanya pembentukan awan konvektif akibat ketidakstabilan atmosfer yang bisa berujung pada hujan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang dalam durasi singkat.

“Signifikansi cuaca ini juga merupakan akibat dari masih tersedianya uap air dalam konsentrasi tinggi di atmosfer,” tulis BMKG.

Fakta yang tak kalah mencemaskan, wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, Lombok, dan NTT justru mengalami periode hujan tak biasa untuk bulan Mei. Fenomena ini dipicu oleh gelombang Rossby Ekuator, yang membuat atmosfer lebih lembap dari biasanya.

Baca Juga :  Klaim Pengangguran AS Naik, Badai Salju dan AI Jadi Sorotan

Hal ini tercermin dalam anomali negatif OLR (Outgoing Longwave Radiation) indikator adanya kumpulan awan-awan tebal pembawa hujan. Hasilnya, langit selatan Indonesia mendadak sering menangis deras di saat musim kemarau belum benar-benar tiba.

Berikut adalah prediksi cuaca BMKG untuk dua hari ke depan:

Senin, 12 Mei 2025
Hujan sedang-lebat:
Terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk:
Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, NTB, NTT, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Hujan lebat-sangat lebat:
Bali dan Papua Selatan.

Angin kencang:
NTT.

Hujan sangat lebat-ekstrem:
Tidak terdeteksi.

Baca Juga :  Ini yang Terjadi pada Tubuh Setelah Menyantap Makanan Pedas, dari Bikin Bahagia hingga Umur Panjang!

Selasa, 13 Mei 2025
Hujan sedang-lebat:
Wilayah meluas mencakup DKI Jakarta dan Kalimantan Barat. Hujan masih akan mengguyur hampir semua wilayah besar, termasuk sebagian wilayah timur Indonesia.

Hujan lebat-sangat lebat:
Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Tengah, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Angin kencang:
Masih berlanjut di NTT.

Hujan sangat lebat-ekstrem:
Masih nihil.

Dalam libur panjang ini, payung dan jas hujan mungkin menjadi sahabat tak terduga. Sementara itu, bagi para pelancong dan warga yang hendak bepergian jauh, BMKG menyarankan untuk terus memantau pembaruan cuaca harian agar tak terjebak di tengah badai.

Karena di musim transisi, cuaca ibarat hati: bisa berubah dalam hitungan menit, dari cerah menjadi muram.***