Camat Nanggung Angkat Jempol, Terhadap Kades Parakanmuncang Tanam Padi Huma

0

NARASITODAY.COM- Ketahanan pangan bisa dimulai dari pelestarian budaya lokal. Hal inilah yang dilakukan oleh warga Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Mereka mempertahankan tradisi menanam padi Huma atau padi Gogo sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan sekaligus melestarikan kearifan lokal.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Camat Nanggung, Ae Saefullah.

Ia menyebut Desa Parakanmuncang sebagai contoh desa yang mampu memadukan ketahanan pangan dengan pelestarian budaya.

“Tentu itu bentuk antisipasi ketahanan pangan sesuai dengan program desa. Prinsipnya, yang penting adalah ketersediaan pangan di desa bisa tercukupi secara bertahap,” kata Ae Saefullah di Ruang kerjanya, Rabu (14/05).

Menurut Ae, Desa Parakanmuncang menunjukkan cara cerdas memanfaatkan potensi yang ada tanpa meninggalkan akar budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga :  Kasus Percobaan Pemerkosaan Dorong Pemkab Bogor Bangun Fasilitas MCK di Desa Nanggung

“Hebatnya Desa Parakanmuncang, mereka memanfaatkan potensi lokal dan sekaligus melestarikan budaya nenek moyang. Ini patut diapresiasi,” bebernya.

Meski demikian, Ae menegaskan bahwa usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak harus selalu lewat penanaman padi Huma.

Setiap desa memiliki potensi berbeda yang bisa dikembangkan sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing.

“Walaupun kita apresiasi, tentu desa lain juga punya cara masing-masing. Tidak harus dengan menanam padi Huma, yang penting tujuannya jelas, yakni meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Saat ini, Desa Parakanmuncang menjadi satu-satunya desa di Kecamatan Nanggung yang masih mempertahankan tradisi tanam padi Huma.

Baca Juga :  Desa Bantarkaret Pantang Menyerah di Pordes U-17 HUT TNI ke-79

Namun, Ae melihat peluang agar desa-desa lain seperti Desa Malasari atau Desa Cisarua bisa ikut mengembangkan tradisi serupa sesuai potensi wilayahnya.

“Tidak menutup kemungkinan ada pengembangan di desa lain. Tradisi ini bisa menjadi kekuatan lokal dalam memperkuat ketahanan pangan,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan program pangan di desa harus berdasarkan musyawarah dan kesepakatan masyarakat.

“Silakan tingkatkan ketahanan pangan sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing desa. Karena kami tidak bisa intervensi langsung, semuanya harus lahir dari hasil musyawarah desa,” tandasnya.

Sebelumnya di beritakan bahwa padi huma, adalah jenis padi yang dibudidayakan di lahan kering tanpa irigasi.

Baca Juga :  Selalu Hindari 5 Hal Ini Saat Gunakan Wi-Fi Publik untuk Mencegah Pencurian Data

Tak seperti padi sawah yang bergantung pada air, padi ini tumbuh di ladang, bahkan bisa ditumpangsarikan dengan tanaman lain seperti cabai.

Seperti yang terlihat di lahan milik Kepala Desa Parakanmuncang, Mauludin.

“Tanaman yang ditanam di lahan kering tanpa irigasi ini menyimpan potensi besar untuk meningkatkan ketahanan pangan dan melestarikan lingkungan,” ujar Mauludin, Selasa (13/5).

Menurutnya, padi huma bukan sekadar soal panen, tapi juga soal warisan leluhur.

“Karena tradisi yang harus kita jaga, jadi dalam pengalaman panen huma perdana ini kita harus lestarikan dari zaman nenek moyang kita terdahulu,” tukasnya.