NARASITODAY.COM – Langit malam San Diego pada Rabu itu seakan menjadi saksi bisu dari kepergian seorang musisi yang selama ini menyuarakan amarah dan harapan lewat dentuman drum Daniel Williams, drummer band metal The Devil Wears Prada, meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan pesawat.
Kabar duka ini menampar dunia musik keras-keras. Daniel tak hanya dikenal sebagai penggebuk drum andal, tapi juga sosok yang membawa energi luar biasa di setiap pertunjukan. Kali ini, panggung tempatnya berdiri menjadi sunyi digantikan linangan air mata dan doa.
Sebelum kecelakaan tragis itu terjadi, Daniel sempat mengunggah sebuah momen ke Instagram Story-nya. Dalam foto tersebut, terlihat alat kemudi pesawat jet yang hendak membawanya terbang dari New Jersey. Ia menulis dengan nada ceria.
“Hey, hey, lihat aku. Aku sekarang adalah co-pilot,” tulisnya, dikutip dari Daily Mail, Jumat (23/5/2025).
Pesawat jet pribadi itu, jenis Cessna 550, lepas landas dari Teterboro Airport di New Jersey. Daniel menaikinya bersama sahabat sekaligus pilot pesawat, Dave Shapiro, yang juga dikenal di kalangan industri musik.
Namun, perjalanan itu tak pernah sampai tujuan. Pesawat mengalami kecelakaan di wilayah San Diego. Hingga kini, kronologi pasti mengenai apa yang terjadi di udara masih belum diungkapkan secara detail.
Tak lama setelah kabar duka tersebar, The Devil Wears Prada mengonfirmasi langsung kepergian Daniel lewat akun resmi mereka. Foto sang drummer diposting dengan keterangan yang menggambarkan rasa kehilangan yang begitu dalam.
“Tidak bisa diungkapkan. Kami merasa kamu adalah segalanya. Selalu mencintaimu,” tulis band tersebut.
Para penggemar dari seluruh dunia pun ikut bersedih. Mereka membanjiri media sosial dengan pesan duka, mengenang Daniel bukan hanya sebagai musisi, tapi sebagai pribadi hangat yang selalu menghadirkan semangat.
Daniel Williams bukan sekadar drummer. Ia adalah denyut nadi di balik ketukan-ketukan bertenaga yang membentuk identitas The Devil Wears Prada. Bersamanya, band itu menjelajahi panggung-panggung dunia, membangun basis penggemar yang solid, dan menciptakan karya-karya yang menyentuh sisi paling gelap dan paling jujur dari kehidupan.
Kini, meski ia telah pergi, dentuman drumnya akan tetap bergema di album, di hati para penggemar, dan di setiap lirik yang pernah dia iringi.
Ia memang telah terbang tinggi. Tapi dalam kenangan, Daniel Williams tak akan pernah benar-benar jatuh.***














