Paus Fransiskus Tutup Usia Sehari Setelah Pidato Paskah di Vatikan

0
Paus Fransiskus

NARASITODAY.COM – Dunia berduka. Paus Fransiskus pemimpin Gereja Katolik sedunia dan Kepala Negara Vatikan, menghembuskan napas terakhirnya di usia 88 tahun. Kabar duka ini menyelimuti umat Katolik di seluruh penjuru bumi, meninggalkan kesedihan mendalam atas kepergian sosok yang penuh kasih dan kesederhanaan.

“Pagi ini pukul 7:35 (0535 GMT) Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa,” demikian Kardinal Kevin Farrell mengumumkan, mengakhiri perjalanan panjang seorang hamba Tuhan yang telah memberikan warna bagi dunia.

Kepergian Paus Fransiskus terjadi sehari setelah kemunculannya di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, pada Hari Paskah, Minggu (20/4). Dalam momen terakhirnya itu, Paus Fransiskus masih lantang menyuarakan perdamaian, menyerukan gencatan senjata segera di Gaza.

“Saya menyatakan kedekatan saya dengan penderitaan … seluruh rakyat Israel dan rakyat Palestina,” ucapnya, menunjukkan kepeduliannya yang tak pernah pudar terhadap kemanusiaan.

Baca Juga :  Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Klarifikasi Soal Perubahan Nomenklatur Program Studi 'Teknik' Menjadi 'Rekayasa'

Paus Fransiskus memang bukan sosok yang gemar kemewahan. Kesederhanaan menjadi ciri khasnya, bahkan hingga akhir hayat. Beberapa bulan sebelum wafat, ia telah menyampaikan wasiatnya: pemakaman dengan peti jenazah kayu sederhana, tanpa kemegahan yang biasa menyertai kepergian seorang Paus.

“Saya ingin dimakamkan di Santa Maria Maggiore. Karena itu adalah pengabdian saya yang besar,” ungkapnya, memilih tempat peristirahatan terakhir di luar Vatikan, mendobrak tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Kepergian Paus Fransiskus meninggalkan duka mendalam bagi para pemimpin dunia. Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai penjuru, dari Presiden Prancis Emmanuel Macron hingga Perdana Menteri India Narendra Modi.

“Dari Buenos Aires hingga Roma, Paus Fransiskus menginginkan Gereja membawa sukacita dan harapan bagi yang paling miskin,” kata Macron, mengenang sosok yang selalu membela kaum lemah.

Baca Juga :  Mendagri Resmi Ganti Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu Digantikan Bachril Bahri

Presiden RI Prabowo Subianto pun turut berduka, menyebut Paus Fransiskus sebagai “sosok panutan yang memiliki komitmen besar terhadap perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan.” “Pesan kesederhanaan, pluralisme, keberpihakan kepada orang miskin dan kepedulian Sri Paus terhadap sesama akan selalu menjadi teladan bagi kita semua,” ujarnya, mengenang kunjungan Paus Fransiskus ke Jakarta tahun lalu.

“Komunitas Katolik global mengucapkan selamat tinggal kepada seorang pemimpin yang menyadari isu-isu hangat pada zaman kita dan menarik perhatian pada isu-isu tersebut,” ucap PM Belanda, Dick Schoof, menggambarkan sosok Paus Fransiskus yang selalu hadir di tengah-tengah umat.

“Sangat menyedihkan bagi kami, karena kami mengucapkan selamat tinggal kepada seorang pria hebat dan seorang gembala yang hebat,” kata PM Italia Giorgia Meloni, mengungkapkan kehilangan yang mendalam.

Baca Juga :  5 Makanan dan Minuman yang Bisa Memicu Serangan Migrain, Waspadai Sekarang!

Dari Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen hingga PM India Narendra Modi, semua sepakat: Paus Fransiskus telah menginspirasi jutaan orang dengan kerendahan hati dan kasihnya. Bahkan dari Iran, negara dengan mayoritas Muslim, ucapan belasungkawa pun mengalir, menunjukkan betapa sosok Paus Fransiskus telah melampaui batas-batas agama dan negara.

“Saya sungguh berharap doanya untuk perdamaian di Timur Tengah dan untuk pemulangan para sandera dengan selamat akan segera terjawab,” kata Presiden Israel Isaac Herzog, sebuah harapan yang mungkin juga terucap dari jutaan hati di seluruh dunia.

Sang gembala telah pergi, meninggalkan warisan kasih dan kesederhanaan. Dunia berduka, namun kenangan akan sosoknya akan terus hidup, menjadi inspirasi bagi umat manusia untuk terus menebar kebaikan dan perdamaian.***