Isak Tangis dan Doa Mahasiswa UGM Menjadi Saksi Perjuangan Keadilan untuk Argo Ericko

0
Isak Tangis dan Doa Mahasiswa UGM Menjadi Saksi Perjuangan Keadilan untuk Argo Ericko

NARASITODAY.COM – Senin malam, 26 Mei 2025, suasana haru menyelimuti halaman Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Ratusan mahasiswa berkumpul mengenakan pakaian serba hitam, saling berangkulan dan meneteskan air mata.

Di depan patung Dewi Keadilan, mereka bersama-sama mendaraskan doa untuk mengenang Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Fakultas Hukum yang meninggal dunia setelah tertabrak mobil BMW di Sleman pada Sabtu dini hari, 24 Mei 2025.

Argo, sosok yang dikenal aktif di kampus, menjadi korban dalam kecelakaan tragis yang melibatkan mobil yang dikendarai oleh Christiano Pengarapenta Pengidahen, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.

Baca Juga :  iOS 26 Bawa 5 Fitur Andalan Android, Apple Akhirnya Ikut Mengikuti!

Christiano sendiri merupakan fungsionaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) UGM periode 2024-2025, sebuah organisasi yang mempersiapkan kader-kader muda untuk dunia bisnis.

Menanggapi insiden ini, HIPMI PT UGM melalui akun Instagram resmi mereka, @hipmiptugm, menyatakan bahwa keanggotaan Christiano telah dinonaktifkan. Dalam pernyataannya, HIPMI juga menegaskan dukungannya terhadap proses hukum yang sedang berlangsung dan mengharapkan agar kecelakaan ini diusut secara tuntas.

Baca Juga :  Semenanjung Iberia Dalam Siaga Tinggi Menyusul Ancaman Badai Dahsyat

Ketua HIPMI PT UGM, Muhammad Fadli La Hadalia, yang juga anak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, turut menjadi sorotan dalam kasus ini.

Kecelakaan yang menewaskan Argo memicu gelombang dukungan dan tuntutan keadilan di media sosial, khususnya di platform X (sebelumnya Twitter). Tagar #JusticeForArgo menjadi trending, dengan banyak pengguna yang mendesak agar polisi bertindak transparan dalam menangani kasus tersebut. Sebagian bahkan menduga bahwa pengemudi mobil berada di bawah pengaruh alkohol saat kecelakaan terjadi.

Baca Juga :  Duka dan Doa Mengalir di Dunia Tinju Setelah Kecelakaan Tragis Menimpa Anthony Joshua

Namun, Polres Sleman memberikan klarifikasi bahwa hasil tes urin terhadap Christiano menunjukkan tidak adanya indikasi alkohol. Meski demikian, pihak kepolisian belum menahan pelaku dengan alasan proses penyelidikan masih berjalan.

Malam itu, di bawah langit Yogyakarta yang dingin, suara doa dan isak tangis mahasiswa menjadi saksi bisu atas kehilangan seorang sahabat dan perjuangan mencari keadilan yang belum usai.***