NARASITODAY.COM – Pemerintah Kota Bogor tengah menyiapkan program pendidikan berbasis barak militer bagi anak-anak yang dinilai membutuhkan pendekatan khusus dalam pembinaan karakter. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya pembangunan manusia, bukan hanya infrastruktur.
“Saya diskusi dengan Dandim 0606, juga sudah menyiapkan Batalyon 315 untuk dijadikan barak militer bagi anak-anak yang memang perlu mendapatkan pendidikan di barak militer,” ujar Dedie, Rabu (28/5/2025) malam.
Dedie menekankan bahwa program ini selaras dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat yang telah mengeluarkan aturan tentang jam malam bagi pelajar. Ia menyebut langkah-langkah itu merupakan bentuk komitmen dalam membentuk generasi muda yang berkualitas.
“Ini langkah-langkah yang lebih banyak penekanan kepada pembangunan manusia. Jadi, manusianya juga harus dibangun. Termasuk Gubernur Jabar sudah mengeluarkan aturan tentang jam malam, jadi itu langkah-langkah yang harusnya kita dukung bersama,” ujarnya.
Mengenai kriteria anak yang akan masuk ke program pendidikan barak militer, Dedie mengatakan mekanismenya masih dalam proses penyusunan. Namun, pihaknya akan membuka kesempatan bagi orang tua yang merasa kesulitan dalam mendidik anaknya.
“Dandim bahkan mengusulkan agar Pemkot Bogor membuka kesempatan kepada orang tua yang merasa sudah tidak mampu lagi mendidik anaknya. Nanti kita coba, Dinas Pendidikan akan membuka semacam pendaftaran,” jelas Dedie.
Ia menambahkan, pendataan akan dilakukan untuk mengetahui di mana saja anak-anak yang membutuhkan program tersebut. Pemerintah saat ini sedang menyiapkan skema dan teknis pelaksanaannya.***














