Misteri Hilangnya Notaris Senior Bogor Berujung Penemuan Jenazah di Bekasi

0
Ilustrasi mayat

NARASITODAY.COM – Seorang perempuan berprofesi notaris asal Kota Bogor, Sidah Alatas (60), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di Sungai Citarum, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang oleh pihak keluarga ke Polsek Tanahsareal, Kota Bogor.

“Betul (ditemukan meninggal). Tapi untuk pidananya ditangani Polrestro Bekasi Kabupaten. (Ditemukan) di sungai oleh warga,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Aji Riznaldi saat dikonfirmasi pada Jumat (4/7/2025).

Baca Juga :  Tragedi Serangan Jantung, Polisi Depok Meninggal Saat Bertugas di Cibinong

Kasi Humas Polresta Bogor Kota Ipda Eko Agus juga membenarkan bahwa korban telah dilaporkan hilang oleh keluarga pada awal pekan.

“Sudah (dilaporkan hilang), dilaporkan di Polsek Tanahsareal tanggal 1 Juli, hari Senin,” kata Eko.

Ia menambahkan, “(Korban) sudah diketemukan, di wilayah Bekasi Kabupaten di Sungai Citarum dalam keadaan tidak bernyawa. Untuk proses selanjutnya ditangani Polrestro Bekasi.”

Ditemukan dalam Kondisi Terikat

Baca Juga :  Masjid Pennsylvania Diberondong Peluru Saat Ramadan, Polisi Buru Pelaku Hate Crime

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pada Rabu (3/7), sekitar pukul 17.00 WIB. Saat ditemukan, tubuh Sidah diketahui terikat, dan sempat dievakuasi ke Polsek Kedungwaringin.

“Ditemukannya itu kemarin jam 5 sore, saya dapat telepon dari Polsek Kedungwaringin, Bekasi. (Ditemukannya) di Sungai Citarum, oleh masyarakat setempat. Dievakuasi ke Polsek Kedungwaringin Bekasi,” ungkap adik korban, Hasan Alatas, saat dihubungi detikcom.

“Jadi nggak semua terikat, cuma kalau nggak salah itu bagian kakinya yang diikat,” lanjutnya.

Baca Juga :  Bupati Bogor Berduka, Kehilangan Salah Satu Perwira Terbaik TNI AU di Insiden Pesawat Latih

Hasan mencurigai adanya unsur kesengajaan dalam kematian kakaknya, dengan dugaan bahwa jasad sengaja diberi pemberat agar tidak mengapung dan sulit ditemukan.

“Yang saya tahu itu diikat dengan batu supaya di sungai nggak gerak, supaya tenggelam. Tetapi akhirnya gerak juga kan dan ditemukan masyarakat. Kalau wajahnya sih sudah hampir nggak bisa dikenali,” jelas Hasan.***