NARASITODAY.COM- Jam menunjukkan pukul 22.20 WIB. Angin pegunungan Cisarua mulai menusuk tulang. Di Kampung Cidokom, Desa Kopo, suasana mulai lengang.
Tapi di sebuah sudut kecil, cahaya lampu temaram pos kamling tetap menyala bersama suara obrolan hangat antara warga dan seorang pria berseragam cokelat yaitu Bripka Angga Juhara, Bhabinkamtibmas Polsek Cisarua.
Malam itu, Bripka Angga tak hanya sekadar patroli. Ia datang menyambangi warga yang sedang ronda, duduk bersila, bertukar cerita, sekaligus memberikan himbauan tentang keamanan lingkungan.
“Pos kamling itu bukan sekadar simbol. Ia adalah benteng pertama kita melawan kejahatan. Dan itu dimulai dari kesadaran bersama,” ujarnya kepada para penjaga malam di RT 001 RW 008, Minggu (13/7/2025).
Sambang dan kontrol pos kamling seperti ini rutin dilakukan Polsek Cisarua sebagai upaya preventif.
Polisi tak ingin hanya datang saat masalah muncul, tapi hadir sebelum bahaya datang.
Deteksi dini jadi kunci, dan itu hanya bisa terjadi jika ada komunikasi yang aktif antara warga dan aparat.
Kegiatan seperti ini, menurut Bripka Angga, bukan hanya soal prosedur tugas. Lebih dari itu, ini adalah jembatan kepercayaan. Polisi tak lagi dipandang sebagai pihak luar, melainkan bagian dari masyarakat itu sendiri.
“Kalau ada yang mencurigakan, sekecil apapun, segera laporkan. Jangan menunggu sampai terjadi sesuatu. Kita semua punya tanggung jawab jaga kampung ini,” kata Bripka Angga lagi.
Malam itu, Bripka Angga pamit setelah hampir satu jam duduk bersama warga.
Ia menyalami satu per satu petugas ronda. Langkahnya perlahan, tapi meninggalkan kesan kuat bahwa keamanan kampung bukan hanya urusan seragam, tapi kerja sama semua orang.
Di kampung yang tampak tenang, perjuangan menjaga kedamaian tetap berlangsung dalam diam, dalam ronda, dan dalam kepercayaan yang terus dibangun.***
Ikuti Berita : Google News
Ikuti Saluran WhatsApp: Narasitoday














