Tantangan Berat! Timnas Basket Putri Indonesia Tersungkur di Tangan Australia dan Filipina

0
Timnas Basket
Aksi pebasket Indonesia Ayu Made Sriartha (kiri) ketika menghadapi Filipina di SEA Games 2023 pada Jumat (12/5/23).foto:tribun

NARASITODAY.COM – Kekalahan telak yang dialami Timnas basket putri Indonesia dalam ajang 3×3 Women’s Series Jakarta 2025 menjadi pukulan besar bagi ambisi Indonesia menuju panggung Olimpiade.

Pada event yang berlangsung 24–25 Juli di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno, Indonesia yang berstatus tuan rumah harus tersingkir di hari pertama usai takluk dari Australia (5–21) dan Filipina (8–21).

Pelatih Timnas 3×3, Fandi Andika Ramadhani, tak menampik bahwa timnya kalah dalam hal jam terbang dan pengalaman. Ia menyebut, pembentukan tim baru dilakukan satu bulan sebelum kompetisi, sementara lawan-lawan mereka telah lebih dulu tampil di ajang internasional.

Baca Juga :  Penyanyi Cilik Asal Padang, Nashiha Syahla Rilis Lagu Religi “Surat Kecil Untuk Nabi”

“Ya balik lagi 3×3 ini harus banyak game. Tim ini baru kami bentuk satu bulan dan Australia ya enggak usah ditanya, mereka juara Asia Cup 2025. Filipina juga sudah ikut womens series dari 3 bulan lalu di Eropa,” ujar Rama seusai pertandingan, Kamis (24/7/2025).

Salah satu pemain, Evelyn Fiyo, turut mencurahkan pengalamannya di lapangan. Ia mengakui bahwa tekanan dari lawan membuat pola latihan yang dijalani tidak bisa diterapkan secara optimal dalam pertandingan.

“Pattern yang kami lakukan di latihan sebenarnya enggak keluar. Itu mungkin karena kami belum terbiasa dengan pressure dari lawan Lalu pemainnya kurang yang untuk bantu latihan, game,” ujarnya.

Baca Juga :  Segarnya Acar Timun Wortel, Ide Resep Mudah untuk Melengkapi Sajian Harian

Ia juga menyoroti aspek kecerdasan bermain yang menurutnya masih harus dibenahi.

“Kami lebih seperti robot, terpaku jalannya begini tapi tak melihat situasi di lapangan gimana,” tambah Fiyo.

Rekan satu timnya, Nathasa Debby Christaline, menilai kekompakan tim masih butuh waktu dan proses.

“Ya keputusan balik, dikasih kesempatan ketemu dengan anak-anak baru, masih muda memang butuh waktu jaga kekompakan. Jadi jangka latihan harus lebih panjang,” jelasnya.

Sementara itu, Kemenpora dan PP Perbasi sebelumnya menargetkan ajang ini sebagai momen penting untuk mengumpulkan poin negara demi tiket ke Olimpiade. Rama menyarankan agar Indonesia memiliki tim inti 3×3 yang konsisten dalam komposisi pemain.

Baca Juga :  Pertarungan Seru Antar Pemain Indonesia Warnai Babak 16 Besar Indonesia Open 2025

“Ya kita harus punya talent pool khusus 3×3. At least ada 8-10 (pemain) yang memang kami dipertahankan. Mereka kita ikutkan pertandingan, even itu latihan atau keluar. Jadi (skuadnya) enggak berubah-ubah,” kata Rama.

Ia menegaskan bahwa frekuensi pertandingan perlu ditingkatkan karena karakter permainan 3×3 menuntut kesiapan menghadapi skenario-skenario yang tak didapat hanya dari latihan.

“Dan kita harus punya rencana yang harus disiapkan untuk try out dalam satu tahun,” tutupnya.***

sumber:cnbc

Ikuti Berita : Google News
Ikuti Saluran WhatsApp: Narasitoday