NARASITODAY.COM – Meski sebagian wilayah di Jawa Barat mulai memasuki musim kemarau, cuaca ekstrem masih mendominasi wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, terutama pada sore hingga malam hari.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kabupaten Bogor, Hadi Saputra, menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan bagian dari masa peralihan musim atau pancaroba.
“Sekarang masih proses transisi ke kemarau. Biasanya pagi sampai siang panas, sore hujan lebat dalam waktu singkat,” ujar Hadi, Rabu (30/7/2025).
Fenomena hujan lokal disertai petir dan angin kencang yang kerap terjadi pada sore hari dipicu oleh pembentukan awan-awan konvektif seperti cumulonimbus (CB). Awan ini umum terbentuk pada masa transisi dan bisa menimbulkan cuaca ekstrem dalam waktu singkat.
“Hati-hati ketika sudah terlihat awan kehitaman dan terdengar suara petir. Itu awan CB sudah fase matang. Jangan berteduh di bawah pohon, saung, atau papan reklame karena itu rawan terkena sambaran petir atau angin kencang,” jelasnya.
Berdasarkan data BMKG Stasiun Klimatologi Bogor, hingga dasarian II Juli 2025, sekitar 64 persen zona musim (ZOM) di Provinsi Jawa Barat masih berada dalam musim hujan. Wilayah Bogor termasuk dalam zona yang belum memasuki musim kemarau.
Adapun 2 persen wilayah lainnya tergolong tipe satu musim, yakni tidak mengalami perbedaan signifikan antara musim hujan dan kemarau.
Sementara itu, sebanyak 14 ZOM atau sekitar 34 persen wilayah Jawa Barat telah memasuki musim kemarau. Wilayah tersebut meliputi Bekasi, Karawang, Indramayu, Majalengka, Cirebon, Kuningan, Bandung, Cimahi, serta sebagian wilayah Subang, Ciamis, Garut, Purwakarta, Sumedang, dan Tasikmalaya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat muncul tiba-tiba, serta terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi seperti www.staklimjabar.id dan akun media sosial @bmkg_jabar, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
sumber:timetoday
Ikuti Berita : Google News
Ikuti Saluran WhatsApp: Narasitoday













