NARASITODAY.COM, BOGOR – Pedagang bendera musiman di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, mengeluhkan penurunan pendapatan menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Yanti (46), pedagang bendera asal Bogor yang sudah enam tahun berjualan, mengaku pendapatannya turun hingga 50 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Sekarang mah merosot. Dulu pas pertama jualan alhamdulillah rame, tapi sekarang tiap tahun makin sepi,” ujarnya, Sabtu (2/8/2025).
Yanti menyebut harga bendera dan tiang yang dijualnya tetap sama dengan harga dari distributor. Namun, pembeli kerap menawar jauh di bawah modal.
“Tiang bendera panjang dua setengah meter modalnya Rp15 ribu, tapi ada yang minta Rp10 ribu bahkan Rp5 ribu,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan pedagang lain, Maman Sulaiman (51). Menurutnya, penurunan penjualan juga dipengaruhi kurangnya imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk memasang bendera.
“Kalau presiden kasih instruksi, itu turun ke Gubernur, Bupati, sampai RT/RW. Baru warga rame beli bendera. Tapi kalau enggak ada gaungan dari atas, ya sepi aja,” kata Maman.
Ia menambahkan, tren belanja daring turut mempengaruhi sepinya lapak pedagang tradisional.
“Sekarang serba online. Orang tinggal klik, bendera dikirim ke rumah,” ujarnya.***














