Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Sambo Remaja, Puluhan Negara Siap Bertanding

0
Sambo
Persatuan Sambo Indonesia (PERSAMBI) tengah bersiap menjadi tuan rumah Youth & Junior World Sambo Championship 2025, yang akan digelar pada 1–6 Oktober di JSI Resort, Megamendung, Jawa Barat. Event ini akan diikuti oleh 60–80 negara anggota Federasi Beladiri Sambo Internasional (FIAS).(foto:kompas.com)

NARASITODAY.COM – Persatuan Sambo Indonesia (PERSAMBI) tengah mempersiapkan penyelenggaraan Youth & Junior World Sambo Championship 2025. Kejuaraan dunia ini dijadwalkan berlangsung pada 1–6 Oktober 2025 di JSI Resort, Megamendung, Jawa Barat, dan akan diikuti oleh sekitar 60 hingga 80 negara anggota Federasi Beladiri Sambo Internasional (FIAS).

Ketua Umum PERSAMBI, Krisna Bayu, menyatakan bahwa pihaknya telah lama mempersiapkan ajang internasional ini demi menjaga nama baik Indonesia di mata dunia.

Baca Juga :  Timnas Wushu Indonesia Raih Enam Medali di Kejuaraan Dunia Brasil 2025, Langsung Lanjutkan Pelatnas

“Kami sudah bekerja lama untuk mempersiapkan kejuaraan dunia ini dan kita memang fight untuk menjaga kehormatan bangsa,” ujar Bayu dalam keterangan persnya.

FIAS memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kejuaraan ini di Indonesia. Saat ini, PERSAMBI masih menunggu arahan dari pemerintah, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Baca Juga :  Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen Siap Bertarung di Babak Pertama Dubai Championship 2026

“Kami PERSAMBI adalah organisasi yang dilindungi oleh Undang-undang. Merupakan tanggung jawab saya untuk meminta bantuan pemerintah. Kami sudah meminta audiensi ke pemerintah, mungkin dalam waktu dekat akan diagendakan,” tambah Bayu.

Baca Juga :  Timnas Hoki Indonesia Targetkan Dua Emas di SEA Games 2025, Persiapan Mandiri Terus Digenjot

Kejuaraan ini akan mempertandingkan total 37 kelas, dengan kategori youth untuk atlet berusia 16–18 tahun dan kategori junior untuk usia 18–20 tahun.

Sejumlah negara telah mengonfirmasi keikutsertaannya, termasuk Filipina, Azerbaijan, Kazakhstan, Armenia, Belanda, dan Rumania.

“Kami masih menunggu negara-negara lain untuk mendaftar lewat federasi internasional,” kata Bayu.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com