NARASITODAY.COM – Fenomena performative male, yaitu pria yang menampilkan sikap dan perilaku demi pencitraan agar terlihat menarik di mata orang lain, kini mulai dibicarakan.
Khususnya bagi anak lelaki yang sedang tumbuh dan mencari jati diri, sangat penting bagi orang tua menerapkan pola asuh yang sehat agar mereka berkembang menjadi pribadi autentik dan kuat, bukan hanya sekadar meniru citra tertentu demi diterima. Berikut lima pola asuh yang dapat membantu membangun karakter anak lelaki agar terhindar dari perilaku performative male.
1. Ajarkan Anak untuk Mengenali dan Mengekspresikan Emosi dengan Sehat
Jangan biarkan anak lelaki merasa bahwa menunjukkan emosi adalah kelemahan. Orang tua perlu membangun lingkungan aman di mana anak bisa bebas mengungkapkan perasaan seperti sedih, kecewa, atau takut tanpa dihakimi. Penerimaan penuh terhadap emosi anak membantu mereka menjadi pribadi yang jujur dan percaya diri, bukan yang menutupi perasaan demi penampilan.
2. Berikan Contoh Maskulinitas yang Sehat dan Autentik
Anak belajar banyak dari pengamatan perilaku orang tua, terutama ayah. Menunjukkan sisi maskulinitas yang sehat seperti tanggung jawab, empati, komunikasi terbuka, dan kejujuran sangat penting agar anak tahu definisi pria sejati adalah menjadi diri sendiri, bukan cuma “tampil” untuk orang lain.
3. Terapkan Pola Asuh Demokratis yang Melibatkan Komunikasi Terbuka
Pola asuh demokratis yang mengutamakan dialog dua arah antara orang tua dan anak terbukti membentuk karakter anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Dengan komunikasi yang jujur dan saling mendengarkan, anak laki-laki lebih mudah memahami nilai-nilai dan tuntutan sosial tanpa perlu melakukan pencitraan berlebihan.
4. Beri Batasan yang Jelas tapi Tetap Hangat dan Mendukung
Membiarkan anak bebas tanpa aturan justru bisa membuat mereka bingung dan mencari pengakuan lewat hal-hal yang tidak sehat, termasuk performative male. Orang tua perlu tegas dalam memberikan batasan dan konsekuensi dengan cara yang penuh kasih, agar anak mengerti mana perilaku yang sesuai dan mana yang tidak.
5. Dukung Anak Mengembangkan Hobi dan Minat yang Sesuai Diri
Memberikan dukungan pada minat anak, baik itu olahraga, seni, sains, atau kegiatan lain akan membantu mereka fokus mengasah kemampuan dan percaya diri dari dalam diri. Dengan demikian, anak tidak perlu mencari validasi sosial lewat pola perilaku performatif yang semu.
Kesimpulan
Membangun karakter anak lelaki yang kuat dan autentik memang membutuhkan kesabaran dan kesadaran orang tua dalam memilih pola asuh yang tepat. Dengan mengajarkan pengelolaan emosi, memberi contoh maskulinitas sehat, membuka komunikasi, memberikan batasan yang jelas, dan mendukung hobi mereka, anak akan tumbuh menjadi pria dewasa yang jauh dari sikap performatif semata pencitraan.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














