Dari Ekuador ke Banten, Juan Carlos Serukan Solidaritas Masyarakat Adat Dunia

0
Juan Carlos
Juan Carlos Jintiach, perwakilan masyarakat adat Shuar dari Ekuador, turut memeriahkan peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2025 di Kasepuhan Guradog, Lebak, Banten.(Foto:Andreas/narasitoday.com)

NARASITODAY.COM, LEBAK – Tokoh adat asal Ekuador, Juan Carlos Jintiach, menghadiri peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2025 yang digelar di Kasepuhan Guradog, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis 7 Agustus hingga puncak peringatan pada Sabtu, 9 Agustus 2025.

Baca Juga :  Gelombang Panas Ekstrem Melanda Australia Tenggara, Ancaman Kebakaran Hutan Semakin Meningkat

Perayaan HIMAS tersebut mengusung tema nasional Memperkuat Hak Menentukan Nasib Sendiri: Jalan Menuju Kedaulatan Pangan.

Juan Carlos Jintiach merupakan perwakilan masyarakat adat Shuar dari wilayah hutan hujan di Ekuador.

Dijumpai dalam sela-sela kegiatan, ia menyampaikan bahwa Ekuador dan Indonesia memiliki kesamaan sebagai negara tropis dengan kekayaan hutan dan keberagaman masyarakat adat.

Baca Juga :  Masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bogor Bersama Lawan Pencemaran Sungai, Air Semakin Jernih dan Sehat

Ekuador itu juga negara tropis, jadi cuacanya sama, hutannya sama, dan di Ekuador juga ada beberapa kelompok masyarakat adat,” ujar Juan Carlos, Kamis (7/8/2025).

Di akuinya, kunjungan ini menjadi kali ketiga Juan Carlos datang ke Indonesia.

Baca Juga :  Yuk Cerdas! 5 Mitos dan Fakta Seputar Tahun Baru Islam yang Perlu Diketahui Masyarakat

Sebelumnya, ia pernah berkunjung ke Papua dan Bali, dan baru kali ini menyambangi wilayah adat di Banten.

Ia menyebut kehadirannya sebagai bentuk solidaritas antar masyarakat adat dunia.

“Solidaritas tentu, HIMAS ini menunjukkan penghormatan kepada nenek moyang kita, hutan kita, tradisinya, tanahnya kita. Jadi intinya adalah solidaritas,” tutupnya.***

Editor : Alysa

Wartawan : Andreas