NARASITODAY.COM – Rencana Israel untuk mengambil alih Kota Gaza mendapat kritik tajam dari sejumlah pemimpin Eropa. Ketua Dewan Eropa Antonio Costa dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyuarakan keprihatinan atas dampak keputusan tersebut terhadap hubungan internasional dan kondisi kemanusiaan di wilayah Palestina.
Antonio Costa, yang memimpin badan perwakilan 27 negara anggota Uni Eropa, menyampaikan peringatan kepada Israel agar mempertimbangkan ulang rencananya.
“Saya dengan tegas mendesak pemerintah Israel untuk mempertimbangkan kembali keputusannya,” tulis Costa di platform X, dikutip dari AFP.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut akan berdampak pada hubungan antara Uni Eropa dan Israel. “Keputusan semacam itu harus memiliki konsekuensi bagi hubungan UE-Israel, yang akan dievaluasi oleh Dewan,” lanjutnya.
Costa juga menyoroti kondisi Gaza yang semakin memburuk. “Situasi di Gaza tetap dramatis, dan keputusan pemerintah Israel hanya akan memperburuk keadaan lebih lanjut,” tambahnya.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen turut menyerukan pembatalan rencana perluasan operasi militer Israel di Gaza. “Keputusan pemerintah Israel untuk memperluas operasi militernya di Gaza harus dipertimbangkan ulang,” tulisnya di X.
Von der Leyen juga mendesak pembebasan seluruh sandera yang ditahan oleh militan di Gaza serta akses penuh bagi bantuan kemanusiaan. “Gencatan senjata diperlukan sekarang,” tegasnya.
?? Sementara itu, pemerintah Jerman mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara seluruh izin ekspor peralatan militer ke Israel yang berpotensi digunakan dalam operasi di Jalur Gaza. Keputusan ini diumumkan oleh Kanselir Friedrich Merz pada Jumat (8/8/2025), sebagai respons atas rencana Israel memperluas kendali militer di Gaza City.
“Pembebasan para sandera Israel dan negosiasi menuju gencatan senjata adalah prioritas utama kami,” ujar Merz dalam pernyataan tertulis yang dikutip dari AFP.
Merz juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap krisis kemanusiaan yang dialami warga sipil di Gaza. “Penderitaan warga sipil di Gaza menjadi perhatian serius kami,” ucapnya.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













