NARASITODAY.COM – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan bahwa tarif listrik untuk pelanggan nonsubsidi PT PLN (Persero) tidak mengalami kenaikan selama periode Juli hingga September 2025. Keputusan ini diambil guna menjaga daya beli masyarakat serta mendukung daya saing sektor industri nasional.
“Untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional, dan meningkatkan daya beli masyarakat, serta daya saing industri, Triwulan III 2025 diputuskan tarif tetap, sepanjang tidak ditetapkan lain oleh Pemerintah,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jisman P. Hutajulu, dalam pernyataan di Jakarta, Rabu (3/9/2025).
- Tarif Pelanggan Subsidi Tetap Stabil
Selain pelanggan nonsubsidi, tarif listrik bagi 24 golongan pelanggan subsidi juga tidak mengalami perubahan. Kelompok ini mencakup pelanggan sosial, rumah tangga miskin, pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), serta industri kecil.
Jisman menambahkan, “Pemerintah berharap PLN dapat terus mengoptimalkan efisiensi operasional dengan tetap menjaga mutu pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan volume penjualan tenaga listrik. Dengan demikian Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik dapat terjaga.”
- Penyesuaian Berdasarkan Parameter Ekonomi Makro
Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, penyesuaian tarif listrik dilakukan setiap tiga bulan berdasarkan perubahan kurs, harga minyak mentah Indonesia (ICP), inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA). Meski parameter ekonomi untuk Triwulan III 2025 menunjukkan tren kenaikan, pemerintah tetap memutuskan untuk mempertahankan tarif.
- PLN Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan listrik dan meningkatkan kualitas layanan.
“Penetapan stabilitas tarif listrik ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. PLN siap mendukung penuh dengan terus menjaga keandalan pasokan listrik serta meningkatkan mutu pelayanan bagi seluruh pelanggan,” ujarnya.
Darmawan juga menegaskan bahwa PLN terus melakukan efisiensi operasional untuk memperlancar bisnis dan mendorong penjualan listrik secara agresif.
- Daftar Tarif Listrik Pelanggan Nonsubsidi Triwulan III 2025
| Golongan Pelanggan | Daya | Tarif per kWh |
| R-1/TR | 900 VA | Rp 1.352 |
| R-1/TR | 1.300 VA | Rp 1.444,70 |
| R-1/TR | 2.200 VA | Rp 1.444,70 |
| R-2/TR | 3.500–5.500 VA | Rp 1.699,53 |
| R-3/TR | ≥6.600 VA | Rp 1.699,53 |
| B-2/TR | 6.600–200 kVA | Rp 1.444,70 |
| B-3/TM | >200 kVA | Rp 1.114,74 |
| I-3/TM | >200 kVA | Rp 1.114,74 |
| I-4/TT | ≥30.000 kVA | Rp 996,74 |
| P-1/TR | 6.600–200 kVA | Rp 1.699,53 |
| P-2/TM | >200 kVA | Rp 1.522,88 |
| P-3/TR | Penerangan Jalan Umum | Rp 1.699,53 |
| L/TR, TM, TT | – | Rp 1.644,52 |
Langkah ini diharapkan dapat memberikan stabilitas ekonomi dan mendukung aktivitas masyarakat serta pelaku usaha di seluruh Indonesia.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














