5 Teknik Melatih Konsentrasi Anak Agar Tidak Gampang Teralihkan

0
Konsentrasi
Ilustrasi Psikolog wanita profesional mengawasi anak laki-laki kecil bermain.(Foto : Istock)

NARASITODAY.COM – Konsentrasi adalah kemampuan dasar yang sangat penting dalam proses belajar dan perkembangan anak. Tanpa fokus yang baik, anak akan kesulitan menyerap pelajaran, menyelesaikan tugas, dan mengatur emosinya.

Sayangnya, anak-anak terutama di usia dini cenderung mudah teralihkan oleh hal-hal di sekitarnya. Entah itu suara televisi, notifikasi ponsel, mainan, hingga rasa bosan yang muncul secara alami.

Namun, konsentrasi bukanlah kemampuan bawaan semata. Ini adalah keterampilan yang bisa dilatih dan dikembangkan secara bertahap, terutama dengan dukungan orang tua dan lingkungan yang tepat. Berikut ini lima teknik sederhana namun efektif yang dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan konsentrasi anak dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Latihan Pernapasan (Deep Breathing)

Salah satu cara paling sederhana dan langsung untuk membantu anak meningkatkan fokus adalah dengan melatih pernapasan. Teknik ini sangat bermanfaat untuk menenangkan sistem saraf, meredakan kecemasan, dan meningkatkan kesadaran terhadap diri sendiri.

Cara melakukannya:

  • Ajak anak duduk tenang di tempat yang nyaman.
  • Minta ia menarik napas dalam-dalam melalui hidung, tahan selama 3–5 detik, lalu hembuskan perlahan melalui mulut.
  • Ulangi selama 5–10 menit secara rutin, terutama sebelum belajar atau tidur.
Baca Juga :  Resep Kue Spekulas, Kue Kayu Manis Khas Belanda yang Wajib Dicoba!

Latihan ini tidak hanya membantu anak lebih tenang, tapi juga mengajarkan cara mengelola emosi saat merasa gelisah atau kesulitan fokus.

  1. Mengurangi Gangguan dan Mengatur Screen Time

Di era digital, gawai dan televisi menjadi sumber hiburan yang juga berpotensi menjadi distraksi utama. Anak-anak yang terlalu lama terpapar layar cenderung memiliki rentang perhatian yang lebih pendek.

Tips untuk orang tua:

  • Tetapkan jadwal screen time yang jelas setiap hari (misalnya maksimal 1–2 jam tergantung usia).
  • Pastikan ruang belajar anak bebas dari suara TV, ponsel, atau alat elektronik lain.
  • Gunakan aplikasi parental control untuk memantau aktivitas online.

Dengan mengurangi stimulus digital, anak akan lebih mudah memusatkan perhatian pada kegiatan yang lebih produktif seperti belajar, membaca, atau bermain kreatif.

  1. Membagi Tugas Menjadi Bagian-Bagian Kecil

Anak-anak mudah kewalahan jika dihadapkan dengan tugas besar atau panjang. Oleh karena itu, strategi membagi tugas menjadi bagian kecil sangat efektif untuk meningkatkan fokus.

Baca Juga :  Bangun Karakter Anak Lelaki dengan 5 Pola Asuh Ini agar Jauh dari Performative Male

Contoh:
Jika anak diminta mengerjakan PR selama satu jam, bagi menjadi sesi 20 menit dengan jeda istirahat 5 menit. Gunakan teknik Pomodoro (kerja 25 menit – istirahat 5 menit) yang bisa disesuaikan untuk anak-anak.

Pendekatan ini membantu anak merasa bahwa tugasnya lebih ringan dan dapat dikelola dengan baik, sehingga meningkatkan rasa percaya diri dan konsistensi dalam menyelesaikannya.

  1. Menggunakan Permainan untuk Melatih Otak dan Fokus

Permainan bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga alat pembelajaran yang sangat efektif. Pilih permainan yang merangsang daya pikir, logika, dan daya ingat.

Contoh permainan yang disarankan:

  • Puzzle
  • Teka-teki silang
  • Permainan mencocokkan gambar
  • Memory card games
  • Sudoku anak-anak atau Lego

Selain menyenangkan, permainan ini membantu anak belajar menyelesaikan masalah, mengikuti instruksi, dan tetap fokus dalam satu aktivitas hingga selesai.

  1. Membuat Rutinitas Harian yang Konsisten dan Terstruktur

Anak-anak berkembang dengan baik dalam lingkungan yang stabil dan teratur. Jadwal harian yang konsisten membantu anak memahami kapan waktunya bermain, belajar, makan, dan istirahat.

Baca Juga :  5 Rekomendasi Tempat Bukber Keluarga di Jakarta Selatan

Langkah-langkah membentuk rutinitas:

  • Buat jadwal harian yang bisa ditempel di kamar anak.
  • Libatkan anak saat menyusun jadwal agar ia merasa memiliki tanggung jawab.
  • Gunakan alat bantu visual seperti gambar atau warna untuk anak yang belum lancar membaca.

Dengan jadwal yang terstruktur, anak akan lebih mudah menyesuaikan diri dan mempersiapkan fokusnya untuk setiap kegiatan yang akan dilakukan.

Kunci Utama: Kesabaran dan Konsistensi

Melatih konsentrasi anak bukan proses instan. Dibutuhkan kesabaran, konsistensi, dan pendekatan yang menyenangkan agar anak merasa nyaman dan termotivasi. Hindari memarahi anak saat ia sulit fokus. Sebaliknya, berikan pujian atas usaha kecil yang ia lakukan dan bantu anak memahami bahwa belajar fokus adalah proses yang terus berkembang.

Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan penuh dari orang tua, anak akan mampu membangun keterampilan konsentrasi yang kuat, yang akan sangat bermanfaat dalam perjalanan akademik dan kehidupannya kelak.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber