Wisata Edukasi di Kampung Konservasi Cisangku Menarik Minat Wisatawan Berkat Persemaian Pohon Endemik dan Dukungan PT Antam

0

NARASITODAY.COM Kampung Konservasi Cisangku, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung jadi destinasi ekowisata.

Kampung Konservasi Cisangku yang notabene binaan PT. Antam UPBE Pongkor ini juga memiliki obyek wisata andalan, yaitu Curug Kembar, air terjun setinggi 12 meter yang airnya bersumber langsung dari pegunungan.

Tempat wisata seluas 5 hektare tersebut tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga mengedepankan program konservasi dan pelestarian lingkungan.

Ketua Kelompok Model Kampung Konservasi Cisangku, Hendri mengisahkan perjalanan panjang mereka dalam mengelola kawasan ini sejak dibentuk oleh Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Ist

Salah satu inisiatif yang dilakukan oleh kelompok konservasi ini adalah pembenihan pohon endemik khas TNGHS yang bertujuan mendukung program pemerintah di sektor kehutanan dan pertanian.

“Kami melakukan pembenihan pohon endemik guna mendukung program pemerintah,” katanya.

Baca Juga :  Minibus Terbakar Hebat di Nanggung Saat Hendak Berwisata, Sisakan Kerangka

Di kawasan ini, pengunjung dapat menemukan berbagai aktivitas yang berhubungan dengan konservasi seperti pembibitan pohon dan produksi pupuk, termasuk pupuk.

Selain itu, Kampung Konservasi Cisangku yang notabene binaan PT. Antam UPBE Pongkor ini juga memiliki obyek wisata andalan, yaitu Curug Kembar, air terjun setinggi 12 meter yang airnya bersumber langsung dari pegunungan.

Manager CRS PT Antam Tbk, UBPE Pongkor Arip Rahman Soleh.

“Curug Kembar dinamakan demikian karena saya di sini saudara kembar, dan air terjun ini juga ada dua,” jelas Hendrik.

Air terjun ini menjadi daya tarik utama berkat keasrian dan kesuburan airnya, hasil dari kegiatan restorasi kawasan yang dilakukan sejak tahun 2007.

Pengunjung yang datang ke Kampung Konservasi Cisangku sebagian besar berasal dari Tangerang, dengan jumlah yang terus meningkat setiap tahunnya.

Baca Juga :  Cole Palmer Gagal Bersinar, Chelsea Terancam Kembali Kehilangan Tempat di Liga Champions

Pada tahun 2023-2024, jumlah pengunjung per hari mencapai 50 hingga 100 orang, terutama saat akhir pekan.

“Selain destinasi wisata, kelompok konservasi juga mencoba mengembangkan produk kopi Arabica yang diolah secara tradisional sejak tahun 2022.,” ungkapnya.

Camat Nanggung, AE Saefullah, menyoroti bahwa potensi wisata di Kampung Konservasi Cisangku belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat lokal dalam mengelola potensi wisata yang ada, sehingga Kampung Konservasi Cisangku bisa menjadi alternatif wisata seperti Puncak.

“Semoga ke depannya, infrastruktur dan fasilitas yang lebih memadai dapat memicu perkembangan lebih lanjut, menjadikan Kampung Konservasi Cisangku sebagai salah satu ikon ekowisata di Indonesia,” pintanya.

Terpisah, Terpisah, CSR Manager PT Antam Tbk, menegaskan Arif Rahman Saleh mengungkap PT Antam Tbk melalui UBPE Pongkor Bogor secara aktif terlibat dalam pengembangan wisata sebagai bagian dari program berkelanjutan yang mencakup pembibitan, pengembangan kopi, dan kini wisata.

Baca Juga :  Kelestarian Satwa Langka di TNGHS Jadi Prioritas, Masyarakat Dilibatkan dalam Pengawasan

Termasuk, Kelompok Model Kampung Konservasi (MKK) Cisangku. Sebelum tempat wisata Curug love , desa wisata Bantarkaret dan sekarang Curug kembar Malasari.

“Fokus saat ini adalah meningkatkan pengalaman pengunjung dengan memoles fasilitas seperti Curug Kembar, serta memperbaiki promosi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).,” ujarnya

Antam memberikan dukungan berupa pengetahuan dalam pemasaran dan manajemen untuk memastikan keberlangsungan dan pertumbuhan destinasi wisata ini.

Antam berencana untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam upaya membangun dan memajukan destinasi wisata di Nanggung, memastikan bahwa potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak mengalami penurunan,” tukasnya. ***