Ukraina Selamatkan 23 Anak dari Wilayah Pendudukan Rusia Lewat Program “Bring Kids Back UA”

0
23 anak
Ilustrasi Bendera Ukraina di langit berawan hitam. Foto : Istock

NARASITODAY.COM — Sebanyak 23 anak dan remaja berhasil dipindahkan dari wilayah Ukraina yang diduduki Rusia ke area yang berada di bawah kendali pemerintah Kyiv. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Staf Presiden Volodymyr Zelenskiy, Andriy Yermak, pada Kamis (9/10).

Dalam pernyataannya melalui aplikasi Telegram, Yermak menjelaskan bahwa pemindahan tersebut merupakan bagian dari program presiden bertajuk Bring Kids Back UA. Program ini bertujuan untuk menyelamatkan anak-anak yang dideportasi ke Rusia atau ditahan di wilayah pendudukan agar bisa kembali ke lingkungan yang aman.

Baca Juga :  5 Penyebab Sakit Kepala yang Terkait dengan Kesehatan Mata, Wajib Tahu!

Yermak mengungkapkan bahwa di antara anak-anak yang berhasil dipulangkan terdapat dua saudara perempuan yang menolak bersekolah di institusi pendidikan Rusia. Mereka sempat diancam oleh otoritas lokal yang ditunjuk Rusia akan dipisahkan dari pengasuhan ibu mereka.

Baca Juga :  Belgia Lumpuh, Ribuan Pekerja Mogok Protes Pemotongan Anggaran

Kasus lain melibatkan seorang remaja laki-laki yang juga menolak bersekolah di Rusia, serta seorang anak dan ibunya yang sempat ditolak izin keluar dari wilayah pendudukan karena salah satu anggota keluarga mereka bertugas di militer Ukraina.

Pemerintah Ukraina menuduh Rusia telah melakukan deportasi ilegal terhadap lebih dari 19.500 anak ke wilayah Rusia dan Belarus, tindakan yang dianggap melanggar Konvensi Jenewa. Sementara itu, studi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Yale pada September lalu memperkirakan jumlah anak yang dipindahkan secara paksa bisa mendekati 35.000.

Baca Juga :  Australia Terapkan Batasan Usia Medsos 10 Desember, Jutaan Akun Remaja Terancam Diblokir

Rusia sendiri membantah tuduhan tersebut. Pemerintah Moskow menyatakan bahwa mereka hanya berupaya melindungi anak-anak dari bahaya konflik bersenjata yang berlangsung di wilayah Ukraina.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber