Maria Corina Machado Menang Nobel Perdamaian 2025, Dikecam Kelompok Hak Sipil AS atas Dukungan Politiknya

0
Maria Corina Machado
Nobel Perdamaian 2025 untuk Maria Corina Machado Tuai Kontroversi. Foto : monitorday.com

NARASITODAY.COM, WASHINGTON — Penganugerahan Hadiah Nobel Perdamaian 2025 kepada tokoh oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, memicu kontroversi di Amerika Serikat.

Sejumlah kelompok pembela hak-hak sipil, termasuk Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), mendesak agar Machado mencabut dukungannya terhadap Zionisme dan fasisme, serta mempertanyakan afiliasinya dengan partai politik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan kelompok sayap kanan Eropa.

Machado dinilai layak menerima penghargaan bergengsi tersebut atas perjuangannya dalam membela hak-hak demokratis rakyat Venezuela dan mendorong transisi damai dari rezim otoriter menuju sistem demokrasi.

Namun, CAIR menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan Komite Nobel. Mereka menilai bahwa dukungan politik Machado di luar negeri bertentangan dengan semangat penghargaan tersebut.

Baca Juga :  5 Kesadaran yang Perlu Dimiliki Saat Menghadapi Pengkhianatan

“Seorang fanatik anti-Muslim dan pendukung fasisme Eropa tidak akan memiliki tempat untuk disebutkan bersama orang-orang, seperti Dr Martin Luther King Jr, dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian lainnya,” kata CAIR dalam pernyataan yang dikutip dari Middle East Eye, Sabtu (11/10/2025).

“Hadiah Nobel Perdamaian harus diberikan kepada individu yang telah menunjukkan konsistensi moral dengan berani mengadvokasi keadilan untuk semua orang, bukan kepada politisi yang menuntut demokrasi di negara mereka sendiri sambil mendukung rasisme, kefanatikan, dan fasisme di luar negeri,” tambah mereka.

Baca Juga :  Polsek Babakan Madang Tangkap Pengedar Obat Keras, Ribuan Butir Disita

Machado diketahui memiliki hubungan erat dengan Partai Likud pimpinan Netanyahu. Ia pernah menulis surat kepada Netanyahu pada 2018 untuk meminta dukungan dalam upaya menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Pada 2020, Machado menandatangani aliansi formal antara partainya dan Partai Likud.

Dalam wawancara dengan media Israel di tahun yang sama, Machado menyatakan bahwa jika ia berkuasa, ia akan memindahkan kedutaan Venezuela ke Yerusalem. Ia juga menyebut bahwa perjuangan rakyat Venezuela adalah perjuangan Israel.

Pada Februari 2025, Machado turut berpartisipasi dalam konferensi sayap kanan Patriots of Europe di Madrid, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh kontroversial seperti Geert Wilders, Marine Le Pen, dan Viktor Orban.

Baca Juga :  5 Kode Halus Jika Kamu Hanya Jadi ‘Backup Plan’ di Hati yang Belum Move On

Laporan Reuters menyebut bahwa para pembicara dalam konferensi tersebut menentang imigrasi dan menyerukan “Reconquista” baru, merujuk pada penaklukan kembali wilayah Muslim oleh Kristen di masa lalu.

Dalam pidato penerimaan Hadiah Nobel, Machado menyampaikan dedikasi khusus kepada Presiden AS Donald Trump dan rakyat Venezuela.

“Saya mendedikasikan hadiah ini kepada rakyat Venezuela yang menderita dan kepada Presiden Trump atas dukungannya yang menentukan terhadap tujuan kami,” ujar Machado.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com