
NARASITODAY.COM, BOGOR- Suasana Sabtu pagi di Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, sedikit berbeda dari biasanya.
Balai desa yang biasanya dipenuhi warga setempat, kali ini riuh dengan kehadiran sekelompok mahasiswa muda berpakaian almamater dari Institut Agama Islam Bogor (IAIB).
Mereka datang bukan untuk sekadar berkunjung, melainkan membawa misi besar, mengabdi dan berkolaborasi dengan masyarakat.
Dengan mengusung tema “Mahasiswa untuk Masyarakat, Menuju Perubahan Positif”, kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIB resmi memulai rangkaian kegiatan pengabdian selama 60 hari ke depan.
Kegiatan ini dibuka melalui sosialisasi program kerja yang berlangsung di kantor Desa Kalong Liud, Sabtu (25/10/2025), dan dihadiri oleh Kepala Desa, perangkat desa, serta masyarakat setempat.
Dalam kesempatan itu, para mahasiswa memperkenalkan diri sekaligus memaparkan sederet program kerja yang mereka rancang semuanya hasil dari diskusi bersama pemerintah desa agar kegiatan benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Program yang ditawarkan tidak main-main mulai dari sosialisasi bahaya narkoba dan alkohol, pembuatan website pendataan warga, pelatihan rumus Excel dan pembukuan sederhana bagi UMKM, hingga pembuatan eco print dan edukasi pemilahan sampah.
“Program-program ini kami susun setelah berdiskusi dengan pihak desa, agar benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” ungkap Ade Kamsa, Wakil Ketua Kelompok KKN IAIB.
“Kami berharap kehadiran kami bisa membawa dampak positif, terutama dalam hal pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat,” tambahnya.
Sambutan hangat datang dari Kepala Desa Kalong Liud, Jani Nurjaman, yang menyebut kehadiran mahasiswa IAIB sebagai energi baru bagi desanya.
“Kami menyambut baik semangat adik-adik mahasiswa. Kehadiran mereka di sini bukan hanya membawa ilmu, tapi juga semangat baru bagi warga Kalong Liud. Pemerintah desa tentu siap mendukung semua kegiatan KKN ini,” ujarnya.
Sosialisasi tersebut menjadi langkah awal yang menandai kolaborasi antara dunia kampus dan masyarakat desa.
Bagi warga, ini bukan sekadar kunjungan mahasiswa, tapi kesempatan untuk belajar bersama dan membangun desa dari dalam.
Sementara bagi mahasiswa, Desa Kalong Liud bukan hanya lokasi KKN, melainkan ruang belajar sosial yang nyata tempat di mana teori diuji, empati tumbuh, dan semangat perubahan menemukan maknanya.***
Wartawan : Andreas












