Mengungkap Sejarah dan Makna Penting Hari Sumpah Pemuda yang Diperingati 28 Oktober

0
Hari Sumpah Pemuda
Ilustrasi Selamat Sumpah Pemuda Indonesia. Foto : Istock

NARASITODAY.COM – Setiap kali Oktober tiba, bangsa Indonesia kembali menengok ke belakang, mengenang sebuah momen monumental yang menjadi tonggak sejarah persatuan nasional: Hari Sumpah Pemuda. Namun, tak sedikit yang masih bertanya-tanya, kapan tepatnya peristiwa bersejarah ini diperingati?

Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah simbol dari tekad dan semangat generasi muda yang ingin melihat Indonesia bersatu, jauh sebelum kemerdekaan diraih. Ikrar yang lahir dari Kongres Pemuda II ini menjadi fondasi kuat dalam menyatukan keberagaman menjadi kekuatan kolektif.

Jejak Sejarah: Dari Kedaerahan Menuju Kebangsaan

Awal abad ke-20 menjadi titik balik bagi para pemuda di Hindia Belanda. Penjajahan yang berlangsung selama ratusan tahun justru memantik kesadaran baru akan pentingnya persatuan. Dari kesadaran itu, lahirlah berbagai organisasi kepemudaan seperti Budi Utomo, Jong Java, Jong Sumatra Bond, Jong Ambon, hingga Jong Celebes.

Baca Juga :  Pentol Mozzarella Gurih dan Lumer, Resep Lezat yang Wajib Dicoba

Meski awalnya masih terkotak dalam identitas kedaerahan, para pemuda mulai menyadari bahwa perjuangan melawan penjajahan tak akan berhasil tanpa persatuan. Kesadaran inilah yang mendorong digelarnya Kongres Pemuda pertama pada 1926. Meski belum menghasilkan keputusan besar, kongres ini menjadi pijakan awal menuju persatuan yang lebih kokoh.

Dua tahun berselang, tepatnya pada 27–28 Oktober 1928, Kongres Pemuda II digelar di Jakarta. Dalam forum ini, ide brilian dari Mohammad Yamin tentang “satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa” disambut dengan antusias dan diterima secara bulat oleh para peserta. Dari sinilah lahir ikrar yang kini dikenal sebagai Sumpah Pemuda sebuah pernyataan berani yang menegaskan tekad pemuda Indonesia untuk bersatu.

28 Oktober: Tanggal yang Menyatukan

Peristiwa Kongres Pemuda II menjadi inspirasi besar dalam perjalanan menuju kemerdekaan. Setelah proklamasi kemerdekaan pada 1945, pemerintah Indonesia menetapkan 28 Oktober sebagai Hari Sumpah Pemuda, sebagai bentuk penghargaan terhadap peran pemuda dalam menyatukan bangsa.

Baca Juga :  Ilham Permana : Pemuda Bisa Apa? Tantangan dan Solusi Pemerintah Hadapi Apatisme Anak Muda

Penetapan ini diperkuat melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959, yang menetapkan 28 Oktober sebagai Hari Nasional, meski bukan hari libur. Sejak saat itu, peringatan Sumpah Pemuda dirayakan setiap tahun melalui upacara, pertunjukan seni budaya, hingga refleksi nilai-nilai kebangsaan di berbagai penjuru negeri.

Makna yang Tak Pernah Usang

Lebih dari sekadar peringatan, Sumpah Pemuda menyimpan makna mendalam yang tetap relevan hingga kini. Ikrar tersebut menjadi simbol semangat dan tekad pemuda untuk menyatukan seluruh elemen bangsa demi kemerdekaan.

Pertama, Sumpah Pemuda menjadi titik balik bersatunya perjuangan dari berbagai daerah. Para pemuda saat itu rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi cita-cita bersama. Semangat ini mengajarkan bahwa kekuatan bangsa lahir dari kolaborasi dan persatuan.

Baca Juga :  Antara Realistis dan Ideal! Ini 5 Faktor yang Bikin Gen Z Pasang Standar Tinggi dalam Hubungan

Kedua, ikrar tersebut menegaskan pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Bahasa ini menjadi jembatan komunikasi lintas suku dan budaya. Menjaga dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik adalah bentuk nyata cinta tanah air di era modern.

Ketiga, Sumpah Pemuda mengajarkan pentingnya menjaga keutuhan bangsa. Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, generasi muda diharapkan tetap menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan menggunakan teknologi secara bijak untuk memperkuat rasa persaudaraan.

Jadi, kapan Sumpah Pemuda diperingati? Tanggal 28 Oktober adalah jawabannya. Namun lebih dari sekadar tanggal, Sumpah Pemuda adalah pengingat bahwa semangat persatuan dan cinta tanah air harus terus dijaga. Seperti pesan yang tak lekang oleh waktu: mari terus menjaga nyala api perjuangan agar tak pernah padam di hati generasi muda Indonesia.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com