Skandal Berlian Selundupan Guncang Raksasa Perhiasan Vietnam, Mantan Direktur Anak Usaha PNJ Ditangkap

0
PNJ
Ilustrasi toko perhiasan. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Di balik etalase kaca yang berkilauan dan kemewahan yang ditawarkan oleh Phu Nhuan Jewelry JSC (PNJ), produsen perhiasan terbesar di Vietnam, kini tersimpan sebuah skandal besar yang mengguncang industri batu mulia internasional. Otoritas keamanan Vietnam berhasil membongkar jaringan penyelundupan berlian lintas negara yang diduga telah memasukkan puluhan ribu karat batu mulia ilegal ke pasar domestik.

Mengutip laporan Japan Times dan Channel News Asia (CNA), Rabu (16/7/2026), Kepolisian Vietnam tengah melakukan investigasi mendalam terhadap sindikat yang disinyalir telah menyelundupkan lebih dari 28.000 butir berlian. Nilai selundupan sejak tahun 2024 ini ditaksir mencapai hampir US$11 juta atau setara Rp179 miliar.

Kasus ini bergulir panas setelah aparat menangkap Dang Ngoc Thao, mantan Direktur PNJ Laboratory sebuah anak usaha PNJ yang memegang otoritas penting dalam sertifikasi dan pengujian keaslian batu mulia.

Modus Canggih Menghapus Identitas

Baca Juga :  Usai Bertemu Putin, Prabowo Lanjutkan Misi Diplomasi ke Prancis

Di sudut-sudut kota Ho Chi Minh City yang sibuk, penegak hukum bergerak dalam senyap. Kementerian Keamanan Publik Vietnam menyatakan polisi telah menggerebek lebih dari 20 lokasi strategis, termasuk toko-toko perhiasan mewah dan rumah para tersangka.

Operasi besar-besaran ini berujung pada penangkapan lebih dari 30 orang yang diduga terlibat dalam jaringan yang telah menggurita selama beberapa tahun terakhir. Setelah penggerebekan, sejumlah toko perhiasan dilaporkan mendadak tutup secara misterius.

Di balik dinding laboratorium, sindikat ini bekerja dengan tingkat organisasi yang sangat rapi. Berlian-berlian ilegal tersebut awalnya didatangkan dari India, kemudian diselundupkan ke Vietnam melalui jalur Hong Kong.

Di sinilah peran krusial Dang Ngoc Thao dimulai. Ia diduga bertugas “mencuci” berlian selundupan tersebut dengan cara menghapus tanda laser asli milik Gemological Institute of America (GIA) yang menjadi identitas internasional batu mulia itu.

Setelah identitas aslinya lenyap, berlian-berlian tersebut diberi kode identifikasi baru milik PNJ Laboratory dan diterbitkan sertifikat palsu agar terlihat legal sebelum akhirnya dilempar ke pasar. Hingga saat ini, polisi telah menyita 1.239 butir berlian beserta tumpukan perhiasan tanpa dokumen resmi.

Baca Juga :  Wali Kota Bogor Tekankan Pentingnya Sinergi untuk Peningkatan Kualitas Hidup

PNJ Bantah Terlibat, Pasar Mulai Panik

Meskipun reputasi anak usahanya berada di ujung tanduk, manajemen PNJ bergerak cepat dengan mengeluarkan bantahan keras. Mereka menegaskan bahwa korporasi sama sekali tidak berstatus sebagai tersangka dan kasus ini murni merupakan tindakan kriminalitas personal.

PNJ juga menjamin bahwa seluruh produk berlian yang beredar dan memiliki sertifikat PNJ Laboratory tetap dapat ditelusuri asal-usulnya serta memenuhi standar kualitas tertinggi.

“Kasus ini menyangkut tanggung jawab hukum individu,” demikian pernyataan resmi perusahaan.

Namun, bagi dunia investasi yang sensitif, klarifikasi tersebut belum cukup menenangkan. Kepercayaan pasar telanjur goyah. Raksasa investasi VinaCapital dilaporkan langsung memangkas kepemilikan saham mereka di PNJ hingga tidak lagi menjadi pemegang saham utama. Analis pasar dari ACB Securities, Chi Luong, dalam risetnya mengingatkan adanya risiko jangka panjang yang mengintai emiten perhiasan ini.

Baca Juga :  Skandal Kim Soo Hyun dan Dampaknya Terhadap Kariernya: Dari Ikon Brand Hingga Kontroversi yang Mengguncang

“Apabila perusahaan gagal membangun kembali kepercayaan atau penyelidikan menemukan keterlibatan langsung perusahaan, situasinya dapat menjadi jauh lebih sulit,” tulis Chi Luong.

Sebagai langkah darurat untuk membendung kepanikan para investor dan menstabilkan harga saham, Chief Executive Officer (CEO) PNJ, Phan Quoc Cong, telah mendaftarkan rencana untuk membeli 1 juta saham perusahaan pada 11 Juli lalu, disusul rencana aksi korporasi buyback saham pada bulan depan.

Ketua PNJ, Cao Thi Ngoc Dung, juga turut meyakinkan publik bahwa benteng pertahanan finansial perusahaan masih sangat kokoh. Ia memastikan bahwa PNJ memiliki cadangan dana yang lebih dari cukup untuk menavigasi badai krisis ini hingga situasi kembali normal.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com