Penembakan Wali Kota di Festival Picu Gelombang Protes Masyarakat

0
Penembakan
Ilustrasi tembakan. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Insiden tragis mengguncang kota Uruapan, Michoacan, Meksiko, ketika Wali Kota Carlos Alberto Manzo Rodríguez tewas akibat tembakan dalam keramaian warga yang tengah merayakan Hari Orang Mati (Day of the Dead) pada Sabtu malam (1/11/2025) waktu setempat. Penembakan terjadi di alun-alun bersejarah kota, disaksikan oleh puluhan orang termasuk wisatawan dan warga yang mengenakan kostum serta riasan khas perayaan tersebut.

Kantor Kejaksaan Negara Bagian Michoacan mengonfirmasi bahwa Manzo Rodríguez sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. “Wali Kota Uruapan meninggal dunia akibat luka tembak,” ujar Jaksa Negara Bagian Carlos Torres Piña, seperti dikutip dari The Associated Press. “Kami sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan semua pelaku dan motif di balik serangan ini.”

Selain sang wali kota, seorang anggota dewan dan satu pengawal turut mengalami luka dalam kejadian tersebut.

Menteri Keamanan Federal Omar García Harfuch menyampaikan bahwa pelaku penembakan tewas di tempat setelah terlibat baku tembak dengan aparat.

Baca Juga :  Wakil Bupati dan Wakil Wali Kota Bogor Tinjau TPAS Galuga Jelang Pertemuan dengan KLHK

“Penyerang adalah seorang pria yang tidak dikenal, menembak wali kota tujuh kali menggunakan senjata yang telah dikaitkan dengan dua bentrokan bersenjata antara kelompok kriminal di wilayah ini,” jelas García Harfuch.

“Tidak ada satu pun jalur penyelidikan yang kami abaikan untuk mengungkap tindakan pengecut ini.”

García Harfuch juga mengungkapkan bahwa sejak Desember 2024, Wali Kota Manzo telah berada di bawah perlindungan, tiga bulan setelah menjabat. “Keamanan pribadi beliau telah diperkuat pada Mei lalu dengan dukungan polisi kota dan 14 anggota Garda Nasional,” katanya, tanpa merinci alasan peningkatan pengamanan.

Namun, perlindungan tersebut tidak mampu mencegah tragedi. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan suasana meriah berubah menjadi kepanikan setelah suara tembakan terdengar.

Warga dan turis yang tengah menikmati pertunjukan musik dan dekorasi bunga marigold berlarian menyelamatkan diri. Dalam salah satu video, terlihat seseorang tergeletak di tanah sementara petugas medis melakukan CPR, dengan polisi bersenjata menjaga lokasi kejadian.

Baca Juga :  Ini Dia, Festival Nyanyian Anak Negeri 2025 dengan Nuansa Nasionalisme yang Mendalam

Keesokan harinya, ratusan warga Uruapan mengenakan pakaian hitam turun ke jalan untuk mengiringi prosesi pemakaman sang wali kota. Mereka membawa foto-foto Carlos Manzo Rodríguez sambil meneriakkan “¡Justicia! ¡Justicia! ¡Fuera Morena!” (“Keadilan! Keadilan! Turunkan Morena!”), sebagai bentuk protes terhadap partai berkuasa yang dianggap gagal melindungi masyarakat.

Di barisan depan prosesi, seekor kuda hitam milik Manzo berjalan dengan pelana yang dihiasi topi khasnya, menjadi simbol kepergian pemimpin yang dikenal karena sikap kerasnya terhadap kejahatan terorganisir.

Di belakangnya, musisi mariachi berpakaian hitam memainkan lagu-lagu sedih, sementara aparat keamanan menjaga ketat jalanan kota yang dikenal sebagai penghasil alpukat.

Michoacan sendiri merupakan salah satu wilayah paling rawan di Meksiko, tempat berbagai kartel dan geng bersaing memperebutkan wilayah, jalur distribusi narkoba, dan bisnis ilegal lainnya. Kekerasan politik di daerah ini bukan hal baru, dengan banyak pejabat lokal menjadi target pembunuhan karena menentang jaringan kriminal atau korupsi.

Baca Juga :  Rangkaian HJB Bogor 2026 Dimulai dengan Festival Budaya dan Gelar Pelayanan Publik 100 Jam Non-Stop

Carlos Manzo Rodríguez, yang sebelumnya merupakan legislator dari partai Morena, dikenal sebagai tokoh yang lantang menyerukan pemberantasan kartel. Ia terpilih sebagai Wali Kota Uruapan melalui jalur independen dan dijuluki oleh sebagian pendukungnya sebagai “Bukele versi Meksiko,” merujuk pada Presiden El Salvador Nayib Bukele yang terkenal dengan pendekatan keras terhadap geng kriminal.

Namun, Manzo juga sering berselisih dengan pemerintah pusat dan otoritas negara bagian. Dalam beberapa bulan terakhir, ia secara terbuka meminta bantuan kepada Presiden Claudia Sheinbaum untuk mengatasi kekerasan di Michoacan, sambil menuding Gubernur pro-pemerintah Alfredo Ramírez Bedolla dan kepolisian negara bagian sebagai institusi yang “korup dan tidak efektif.”***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com