Gubernur Jawa Barat Tanggung Jawab Pemulihan Korban Ambruknya Gedung SMKN 1 Gunung Putri

0
Gubernur Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan Pemprov Jabar bertanggung jawab atas insiden ambruknya gedung SMKN 1 Gunung Putri yang melukai puluhan siswa. Foto : dok.Narasitoday.com

NARASITODAY.COM, BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui banyaknya sekolah menengah kejuruan dan SMA di Jawa Barat yang kualitas pembangunannya masih di bawah standar menyusul ambruknya gedung SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor akibat hujan deras disertai angin kencang, Senin (3/11/2025) sore.

“Salah satu pekerjaan rumah di Jawa Barat adalah banyaknya sekolah menengah kejuruan atau SMA yang kualitas pembangunannya di bawah standar,” ujar Dedi dalam unggahan Instagramnya @dedimulayadi71, Selasa (4/11/2025).

Gubernur yang akrab disapa KDM itu menegaskan Pemprov Jabar bertanggung jawab atas pemulihan kesehatan puluhan siswa yang menjadi korban. Ia juga meminta maaf atas kejadian tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Bogor dan DPRD Tetapkan Persetujuan Bersama, Wujud Penguatan Layanan Publik dan Ketertiban Daerah

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertanggung jawab terhadap seluruh peristiwa tersebut dan seluruh siswanya kami bertanggung jawab terhadap pemulihan kesehatannya,” jelasnya.

Dedi mengatakan pihaknya akan segera melakukan perbaikan sejumlah kelas yang rusak dengan kualitas lebih baik.

“Dan dalam waktu cepat kami ingin membangun kembali sekolah tersebut dengan ruang kelas yang lebih berkualitas,” katanya.

Baca Juga :  Menlu Sugiono Kutuk Langsung Israel di DK PBB atas Pendudukan Tepi Barat

Sebeleumnya diberitaakan, 44 pelajar dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden itu. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Yudi Santosa menyebut 40 orang mengalami luka ringan dan empat orang luka berat.

“22 orang luka ringan dibawa ke puskesmas, dua orang luka berat ke Hermina, dua orang luka berat ke Cileungsi, kemudian 18 orang luka ringan ke Kenari. Mereka sudah diproses pengobatan, sebagian juga sudah ada yang dipulangkan,” kata Yudi.

Yudi menjelaskan satu bangunan SMKN 1 Gunung Putri yang terdiri dari lima kelas ambruk sekitar pukul 15.00 WIB. Saat hujan deras, pohon di belakang gedung tumbang dan menimpa salah satu gedung hingga roboh.

Baca Juga :  Konsekuensi Meneriaki Anak yang Dapat Mempengaruhi Kehidupan Mereka Hingga Dewasa

Kejadian berlangsung saat proses belajar mengajar telah selesai.

“Ada empat kelas masing-masing 36 siswa, yang satu kelas lagi praktik di luar. Tapi sudah selesai, jadi anak-anak sebagian ada yang ke musala, ada yang sudah pulang, tapi ada yang berteduh di sekolah,” jelasnya.***

Editor : Alysa

Wartawan : Rifki Ramadhan

Sumber : Bogortoday.com