Mitchell Lee Baker Resmi Jadi WNI, Siap Perkuat Masa Depan Timnas Indonesia

0
Mitchell Lee Baker
Mitchell Lee Baker mencium Bendera Merah Putih seusai pengambilan sumpah dan janji setia sebagai Warga Negara Indonesia di Jakarta, Senin (13/7/2026).Foto : prabumulihpos.disway.id

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Impian lama untuk memperkuat Merah Putih akhirnya terwujud bagi Mitchell Lee Baker. Penyerang muda berbakat berusia 19 tahun ini resmi menyandang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) setelah menjalani prosesi pengambilan sumpah dan janji setia pewarganegaraan RI di Jakarta, Senin (13/07/2026).

Prosesi sakral yang dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum (Kemenkum) ini menandai babak baru dalam karier sepak bola Mitchell. Dengan mengucapkan sumpah tersebut, pemain yang sebelumnya berkewarganegaraan Australia ini resmi menanggalkan paspor lamanya demi membela tanah leluhur.

Di balik seragam barunya, Mitchell membawa cerita ikatan darah yang kuat. Penyerang andalan tim sepak bola Georgetown University ini memiliki garis keturunan Indonesia yang kental dari kakeknya, Han Koen Lie yang lahir di Yogyakarta, serta neneknya, Li Nio The Lie yang lahir di Semarang.

Di hadapan bendera Merah Putih, dengan suara lantang Mitchell mengikrarkan janjinya:

Saya berjanji melepaskan seluruh kesetiaan saya kepada kekuasaan asing, mengakui, tunduk, dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan akan membelanya dengan sungguh-sungguh serta akan menjalankan kewajiban yang dibebankan negara kepada saya sebagai Warga Negara Indonesia dengan tulus dan ikhlas.”

Suntikan Tenaga Baru untuk Skuad Garuda

Baca Juga :  Kencan Estetik di 5 Museum Seni Kontemporer Indonesia

Kehadiran Mitchell di usia yang sangat muda dinilai menjadi investasi jangka panjang yang berharga bagi sepak bola tanah air. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, yang turut menyaksikan langsung momen bersejarah ini, tak dapat menyembunyikan rasa optimisnya.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Erick menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang membantu kelancaran proses naturalisasi ini.

“Di usia yang baru 19 tahun, Mitchell diharapkan dapat menambah kekuatan, kedalaman skuad, sekaligus menjadi bagian dari masa depan Timnas Indonesia,” ungkap Erick, dikutip dari akun Instagramnya @erickthohir, Senin (13/07/2026).

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas dukungan dan komitmen yang terus diberikan untuk kemajuan sepak bola Indonesia,” ujarnya.

“Terima kasih kepada Menteri Hukum Bapak Supratman Andi Agtas, serta pimpinan DPR RI, pimpinan Komisi X, pimpinan Komisi XIII dan seluruh anggota DPR RI yang telah memfasilitasi dan memberikan persetujuan sehingga seluruh tahapan dapat berjalan dengan lancar,” tuturnya.

“Kita berikan dukungan terbaik untuk Merah Putih,” tandasnya.

Langkah Strategis Menuju Pentas Dunia

Dirjen AHU Kemenkum, Widodo, dalam sambutannya menegaskan bahwa proses ini bukan sekadar urusan administratif perpindahan kewarganegaraan. Ini adalah bagian dari strategi besar negara untuk membawa Indonesia berbicara banyak di kancah internasional, khususnya dalam menyongsong agenda-agenda besar FIFA ke depan.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Warga Waspadai Potensi Hujan Lebat di Tengah Peralihan Musim di Indonesia

Sesuai dengan Pasal 20 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI, negara memang membuka ruang naturalisasi bagi warga asing yang dinilai berjasa atau memiliki kepentingan penting bagi NKRI.

“Momentum ini bukan sekadar tentang perubahan status perubahan kewarganegaraan saudara, namun juga tentang harapan dan cita-cita besar dalam rangka membangun kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” sebut Dirjen Widodo.

“Pemberian kewarganegaraan bagi orang asing yang telah berjasa atau karena kepentingan negara tersebut, diterapkan salah satunya untuk merekrut atlet asing yang akan menjadi bagian dari tim nasional sepak bola Indonesia,” terang Dirjen.

“Proses naturalisasi para atlet ini merupakan salah satu kebijakan pemerintah di bidang olahraga. Atlet yang menjadi WNI harus dapat memberikan dampak positif kepada bangsa Indonesia dan kemajuan olahraga Indonesia,” sambung Dirjen Widodo.

Widodo juga menambahkan bahwa visi Indonesia untuk menembus jajaran elite sepak bola Asia bukanlah hal yang mustahil jika seluruh elemen bekerja sama dengan keras.

“Visi Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan sepak bola di Asia, tidaklah mustahil. Dengan kerja keras dan dukungan dari semua pihak, kita dapat meraih keberhasilan yang begitu telah lama kita nantikan,” kata Dirjen Widodo.

“Ibarat mesin penggerak (injector), Kemenkum aktif mengawal proses pelayanan hukum ini agar talenta terbaik bisa segera berkontribusi,” tambahnya.

Baca Juga :  Socceroos ke Amerika, Timnas Indonesia Tertahan di Babak Keempat

“Saya ingin menyampaikan kepada Saudara yang telah diambil sumpahnya untuk dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya dengan baik sebagai warga negara Indonesia. Dan terus kita sama-sama berjuang untuk meraih prestasi demi bangsa yang kita cintai,” tandas Dirjen.

Tidak Hanya Sepak Bola

Kebijakan merangkul talenta keturunan ini sejalan dengan target jangka panjang pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, yang membidik prestasi di SEA Games, Asian Games, Olimpiade, hingga Piala Dunia.

Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa pintu naturalisasi ini terbuka lebar untuk semua cabang olahraga, bukan hanya sepak bola. Keberhasilan program ini sudah terbukti di cabang olahraga lain seperti renang, lewat prestasi gemilang Masniari Wolf dan Felix Viktor Iberle yang sukses menyumbang emas bagi Indonesia.

“Di mana sesuai RPJM Bapak Presiden bahwa kita punya target-target di SEA Games, Asian Games, Olimpiade bahkan juga Piala Dunia,” tutur Menpora.

“Dengan adanya kerja sama ini, kita terus dorong peningkatan olahraga dan merangkul semua pihak yang bisa mengibarkan bendera Merah Putih,” urai Menpora Erick.

“Potensi-potensi seperti inilah yang menjadi alasan kami membuka diri terhadap naturalisasi, tanpa cabang-cabang olahraga melupakan pembangunan dari tingkat akar rumput (grassroots),” tegas Menpora Erick menutupi penjelasannya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com