NARASITODAY.COM – Dalam hubungan interpersonal, istilah validasi dan apresiasi sering terdengar dan kadang dianggap sama. Padahal, keduanya memiliki makna dan peran yang berbeda dalam membangun hubungan yang sehat dan bermakna.
1. Validasi Mencari Pengakuan, Apresiasi Memberi Penghargaan
Validasi adalah upaya seseorang meminta pengakuan dan pembenaran terhadap perasaan, keputusan, atau tindakan dari orang lain agar merasa diterima. Sedangkan apresiasi adalah bentuk penghargaan tulus tanpa tuntutan, yang bisa datang dari diri sendiri maupun orang lain.
2. Validasi Bersifat Eksternal, Apresiasi Bisa Berasal dari Dalam Diri
Validasi bergantung pada pengakuan orang lain seperti keluarga, teman, atau masyarakat. Sebaliknya, apresiasi dapat muncul secara internal tanpa perlu pengakuan dari pihak lain, sehingga menumbuhkan rasa cukup dan terima diri.
3. Validasi Menguatkan Ego, Apresiasi Menguatkan Harga Diri
Kebutuhan validasi sering memicu ego yang ingin selalu merasa benar dan disukai. Jika tidak didapat, bisa menimbulkan rasa cemas atau rendah diri. Apresiasi, sebaliknya, membangun harga diri yang kuat dan tetap stabil tanpa bergantung pada opini luar.
4. Validasi Berorientasi pada Pembenaran, Apresiasi Berorientasi pada Nilai
Validasi bertujuan agar tindakan dianggap benar oleh lingkungan sosial, sementara apresiasi fokus pada nilai atau usaha seseorang tanpa melihat benar atau salahnya. Apresiasi memberikan makna jangka panjang terhadap tindakan.
5. Validasi Perlu Diberikan Sesekali, Apresiasi Harus Dipupuk Setiap Hari
Terlalu banyak mencari validasi dapat membuat seseorang kehilangan ketenangan batin dan arah hidup, sedangkan apresiasi adalah kebiasaan positif yang harus dibiasakan setiap hari. Memberi dan menerima apresiasi memperkuat koneksi dan kebahagiaan dalam hubungan.
Kesimpulan
Memahami perbedaan validasi dan apresiasi membantu membangun hubungan yang lebih sehat dan bermakna. Dengan menyeimbangkan kebutuhan validasi dan memperbanyak apresiasi, seseorang dapat meningkatkan kualitas hubungan sosial dan emosionalnya serta mengembangkan harga diri yang kokoh.***
Editor : Alysa
Sumber : liputan6.com














