NARASITODAY.COM, WASHINGTON – Dua raksasa dirgantara dunia, Airbus dan Boeing, terpaksa mengambil langkah darurat dengan menyewa salah satu pesawat kargo terbesar di dunia, Antonov An-124, dalam beberapa pekan terakhir. Keputusan tak biasa ini diambil guna mempercepat pengiriman komponen struktur pesawat (aerostructures) yang kini tengah mengalami hambatan produksi yang kritis.
Mengutip laporan Reuters, Kamis (16/07/2026), langkah ekstrem ini menjadi indikasi nyata dari masih tingginya tekanan dan ketegangan pada rantai pasokan industri penerbangan global. Guna menjaga jalur perakitan tetap berjalan, kedua pabrikan harus rela menggelontorkan biaya besar demi beralih ke opsi angkutan udara super mahal ini.
Biasanya, produsen pesawat mengandalkan transportasi laut khusus, jaringan truk, atau armada kargo konvensional untuk memindahkan komponen berukuran raksasa. Peralihan mendadak ke jet Antonov An-124 bermesin empat tersebut menandakan bahwa stok penyangga (buffer stocks) komponen di pabrik mereka sudah sangat menipis.
Masalah Integrasi Pabrik Airbus di AS
Bagi Airbus, sewa jet Antonov ini mendesak dilakukan untuk menerbangkan komponen badan pesawat A350 produk berbadan lebar utama mereka yang kini sedang terdampak penundaan pengiriman.
Keputusan menerbangkan suku cadang alih-alih mengirimkannya lewat jalur laut dipicu oleh penurunan performa produksi di bekas pabrik Spirit AeroSystems di Kinston, Carolina Utara. Pabrik tersebut baru saja diambil alih oleh Airbus pada Desember lalu sebagai bagian dari aksi korporasi pemisahan pemasok bersama Boeing.
Saat masih dikelola pemilik lama, komponen dikirim santai melalui laut karena masih tersedianya empat set stok penyangga. Namun kini, angkutan udara instan sangat diperlukan untuk menghindari penundaan pengiriman pesawat ke maskapai yang lebih parah.
“Mengenai Kinston, kami membuat kemajuan menuju pemisahan dari pemilik sebelumnya dan integrasi ke dalam lanskap Airbus. Namun, ini tetap merupakan perjalanan multi-tahun yang kompleks untuk diselesaikan,” ujar juru bicara Airbus mengenai situasi rumit pabrik komponennya di AS.
Pihak Airbus pun membenarkan bahwa dalam situasi tertentu mereka terpaksa menggunakan jasa pesawat kargo raksasa asal Ukraina tersebut demi menjaga ritme manufaktur mereka.
“Kami terkadang menggunakan Antonov,” tambah juru bicara Airbus tanpa merinci detail operasional pengangkutan komponen jet A350 tersebut.
Kejar Tayang Lini Produksi Militer Boeing
Di kubu rival, Boeing tercatat menyewa jet Antonov An-124 yang sama pada akhir Juni lalu. Pesawat ini digunakan untuk mengangkut dua bagian badan pesawat atas dari pabrik Daher Aerospace di Florida menuju fasilitas perakitan utama mereka di Everett, Seattle.
Komponen berukuran raksasa untuk pesawat Boeing 767 yang dirakit sebagai pesawat kargo dan tanker militer tersebut sejatinya biasa dikirim via darat. Namun, urgensi lini produksi yang tidak boleh terhenti memaksa Boeing menerbangkannya demi menghindari denda dan kerugian besar.
Hal ini terungkap dalam surat resmi Boeing kepada Departemen Transportasi AS untuk meminta izin dispensasi penggunaan pesawat asing Antonov An-124 di wilayah domestik mereka.
“Komponen tersebut sangat mendesak diperlukan untuk produksi 767. Penundaan itu akan menimbulkan biaya ekonomi yang signifikan jika tidak dihindari,” tulis manajemen Boeing dalam surat resminya bertanggal 22 Juni.
Saat dikonfirmasi mengenai penggunaan pesawat Antonov tersebut, pihak Boeing memilih memberikan jawaban diplomatis.
“Kami menggunakan berbagai metode transportasi untuk menjaga stabilitas dalam produksi kami,” pungkas juru bicara Boeing.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














