Klaim Pengangguran AS Turun, Pasar Tenaga Kerja Tetap Stabil

0
Pengangguran
Ilustrasi Pengangguran yang sedang mencoba melamar perkerjaan disebuah perusahaan.Foto : istock

NARASITODAY.COM, WASHINGTON – Jumlah warga Amerika Serikat (AS) yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran dilaporkan mengalami penurunan pada pekan lalu. Tren ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih relatif stabil, meski laju perekrutan baru maupun pemutusan hubungan kerja (PHK) kini berjalan lebih lambat.

Melansir laporan Reuters, Kamis (16/7/2026), Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim awal tunjangan pengangguran turun sebanyak 8.000 menjadi 208.000 yang telah disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir pada 11 Juli.

Angka riil tersebut berada di bawah proyeksi para ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang sebelumnya memperkirakan klaim akan mencapai 217.000. Penurunan ini terjadi setelah jumlah klaim sempat melonjak pada akhir Mei dan bertahan di level tinggi hingga pertengahan Juni lalu.

Baca Juga :  Lonjakan 11% Golongan Putus Asa Cari Kerja Jadi Alarm Pasar Tenaga Kerja RI

Dengan penurunan ini, jumlah klaim pengangguran kembali ke kisaran yang dinilai para ekonom mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja dengan pola “slow hire, slow fire”, yaitu fenomena di mana perusahaan cenderung lambat dalam merekrut pekerja baru sekaligus lambat dalam melakukan pemecatan karyawan.

Kondisi ketenagakerjaan yang solid ini juga tercermin dalam laporan Beige Book Federal Reserve (The Fed) yang dirilis pada Rabu (15/7). Laporan tersebut menegaskan bahwa lapangan kerja secara umum di AS masih terus bertambah pada awal Juli.

Baca Juga :  Direktur Jenderal GTK Tegaskan Tidak Ada PHK Massal Guru Non-ASN di 2027

“Sebanyak lima distrik mencatat pertumbuhan lapangan kerja dari moderat hingga kuat, sementara tujuh distrik lainnya melaporkan kondisi ketenagakerjaan relatif tidak berubah,” tulis laporan The Fed tersebut.

Pengusaha Kesulitan Cari Pekerja Terampil

Meski lapangan kerja bertambah, The Fed mencatat bahwa banyak perusahaan masih kesulitan mendapatkan tenaga kerja terampil di berbagai bidang, khususnya teknisi dan pekerja dengan keahlian khusus.

Tantangan ini sejalan dengan hasil survei National Federation of Independent Business (NFIB) yang dirilis pekan ini. Survei tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak pemilik usaha kecil di AS yang mengeluhkan minimnya pelamar kerja berkualifikasi untuk mengisi posisi kosong di perusahaan mereka.

Baca Juga :  Kebangkrutan Perusahaan di Jepang Capai Level Tertinggi dalam 12 Tahun, Usaha Kecil Paling Terpukul

Sementara itu, jumlah warga yang masih menerima tunjangan pengangguran setelah pekan pertama indikator utama yang mengukur kemampuan pasar kerja dalam menyerap tenaga kerja baru juga turun sebesar 16.000 menjadi 1,805 juta orang pada pekan yang berakhir 4 Juli.

Secara keseluruhan, data-data ini memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS masih bertahan dalam kondisi yang cukup stabil. Kekokohan pasar tenaga kerja ini dipastikan akan terus menjadi salah satu indikator utama yang dipantau ketat oleh Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga mereka ke depan.***

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id