Pelatih Red Sparks Ko Hee Jin Angkat Bicara soal Kasus Pelecehan

0
pelecehan
Pelatih utama Red Sparks, Ko Hee Jin.Foto : sportcorner.id

NARASITODAY.COM, DAEJEON – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melanda klub bola voli Korea Selatan, Daejeon JungKwanJang Red Sparks, terus menjadi sorotan publik. Pelatih utama Red Sparks, Ko Hee Jin, kini ikut diperiksa oleh pihak berwenang atas dugaan mengetahui insiden tersebut namun tidak mengambil tindakan untuk melindungi korban.

Mantan pelatih dari pevoli asal Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, ini memilih bersikap hati-hati dalam memberikan komentar karena proses hukum masih berjalan.

“Karena masalah ini sedang diselidiki secara cermat, saya tidak memiliki hal spesifik untuk dikatakan,” kata Ko Hee Jin seperti dikutip dari Naver.

Kronologi Insiden dan Tudingan Pembiaran

Baca Juga :  Penumpang KRL Laporkan Pelecehan Usai Alami Trauma di Gerbong Bogor

Perkara ini bermula pada Januari 2026 ketika tim Red Sparks menggelar acara makan malam resmi di sela jeda pertandingan All-Star V-League musim 2025/2026. Dalam pertemuan yang dihadiri seluruh pemain dan jajaran kepelatihan itu, seorang staf yang disebut sebagai Pelatih B diduga melecehkan salah satu pemain voli putri.

Baca Juga :  Kampus IPB Fokus Pemulihan Korban, Skorsing 16 Mahasiswa sebagai Bentuk Efek Jera

Berdasarkan investigasi media Korea Selatan, Ko Hee Jin dipastikan berada di lokasi dan duduk tepat di seberang tempat terjadinya dugaan pelecehan tersebut. Posisi yang sangat dekat ini memicu tuduhan bahwa sang pelatih utama mengetahui kejadian tersebut, namun diduga melakukan pembiaran.

Kasus ini baru dilaporkan secara resmi oleh korban kepada manajemen Red Sparks beberapa bulan kemudian, tepatnya pada pertengahan Mei 2026. Pihak manajemen mengklaim langsung mengambil tindakan internal dan memproses kasus sesuai prosedur yang berlaku setelah menerima pengaduan.

Baca Juga :  Dewa United Hentikan Rekor Tak Terkalahkan Persib Bandung dengan Kemenangan 2-0

Dampak Besar Bagi Komunitas Bola Voli

Ko Hee Jin mengakui bahwa jika seluruh dugaan ini terbukti benar di persidangan, kasus ini akan mencoreng citra dunia voli profesional Korea Selatan secara keseluruhan.

“Jika masalah ini benar-benar terungkap, hal itu pasti akan menimbulkan dampak dan beban yang signifikan tidak hanya bagi klub tetapi juga bagi seluruh komunitas bola voli,” ucap Ko Hee Jin menambahkan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com