
NARASITODAY.COM, BOGOR – Sebuah video seorang wanita yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual di dalam rangkaian KRL rute Jakarta Kota–Bogor beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban menceritakan pengalamannya kepada petugas di Stasiun Cilebut.
Wanita itu mengaku mulai naik dari Stasiun Manggarai. Di tengah perjalanan, ia merasakan sentuhan fisik yang semula dikira berasal dari tas penumpang lain. Namun, salah satu pria yang diduga pelaku kemudian berbicara kepadanya dengan santai.
Menurut pengakuan korban, pria itu menanyakan apakah ia marah saat alat kelaminnya digesek selama perjalanan. Korban menyebut tidak ada penumpang lain yang menolong, hingga akhirnya ia turun di Stasiun Cilebut dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.
Respons KAI Commuter
Dikonfirmasi, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan peristiwa itu terjadi pada 22 Januari lalu dan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan korban.
“Kami langsung menindaklanjuti laporan tersebut. KAI Commuter tentunya selalu siap memberikan dukungan penuh untuk melindungi dan mendampingi korban dalam melanjutkan proses hukumnya kepada pihak berwajib,” ucap Karina.
Ia menambahkan, petugas segera memberikan pendampingan terhadap korban sebagai bentuk respons cepat.
“Kami tentunya menghimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk pelecehan melalui petugas di lapangan maupun layanan resmi KAI Commuter,” pungkasnya.
Kasus ini menyoroti pentingnya keamanan di transportasi publik, terutama KRL yang setiap hari digunakan jutaan penumpang. Keberanian korban melaporkan kejadian menjadi pengingat bahwa pelecehan seksual masih menjadi ancaman nyata di ruang publik.
Dukungan cepat dari petugas KAI Commuter memberi pesan bahwa laporan korban tidak boleh diabaikan, dan setiap penumpang berhak merasa aman selama perjalanan.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













