Kapal Berisi 60 Migran Terbalik di Libya, Hanya 10 Orang Selamat

0
kapal
Ilustrasi kapal tenggelam.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,TOBRUK – Sebuah kapal yang mengangkut sekitar 60 migran dilaporkan terbalik di lepas pantai timur Libya pada Selasa lalu. Insiden tragis di Laut Mediterania ini menyebabkan sedikitnya 50 orang termasuk perempuan dan anak-anak tewas atau hilang, sementara 10 penumpang lainnya dilaporkan selamat.

Otoritas Penjaga Pantai Libya timur menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut terjadi di dekat Pulau Bardaa, tidak jauh dari Kota Tobruk. Kapal tersebut diketahui sedang dalam perjalanan membawa para migran untuk menyeberang menuju pantai Eropa.

Hingga Kamis (16/7/2026), operasi pencarian dan penyelamatan masih terus diupayakan di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan korban yang belum diketahui nasibnya.

Baca Juga :  Bocah WNI 6 Tahun Meninggal Ditabrak Mobil di Singapura, Ibu Luka Ringan

“Sebanyak 10 orang berhasil selamat dengan berenang ke Pulau Bardaa, sementara pencarian terhadap korban lainnya masih terus dilakukan,” kata pihak Penjaga Pantai, seperti dikutip The Associated Press.

Efek Domino Ketidakstabilan Politik Libya

Tragedi ini menjadi catatan hitam terbaru di perairan Libya, yang selama bertahun-tahun menjadi titik keberangkatan utama bagi para migran dari Afrika dan Timur Tengah menuju Eropa. Kasus serupa bukan pertama kali terjadi; pada bulan lalu, kecelakaan kapal di lokasi yang sama juga menewaskan atau menyebabkan hilangnya 51 migran.

Libya sendiri terus menjadi jalur transit utama migrasi sejak negara itu dilanda konflik berkepanjangan pasca-pemberontakan yang didukung NATO pada 2011, yang berakhir dengan terguling dan tewasnya pemimpin lama Moammar Gadhafi. Ketidakstabilan politik yang belum usai membuat jaringan penyelundup manusia leluasa beroperasi di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Bicarakan Masalah Keuangan dengan Bijak: 5 Cara untuk Menghindari Konflik dengan Pasangan!

Dalam menjalankan aksinya, para penyelundup umumnya mengangkut migran menggunakan perahu-perahu kecil yang kelebihan muatan dan sama sekali tidak layak berlayar. Kondisi ekstrem inilah yang membuat perjalanan melintasi Laut Mediterania dicap sebagai salah satu rute migrasi paling mematikan di dunia.

Lonjakan Angka Korban Jiwa Menurut IOM

Risiko tinggi yang terus dihadapi oleh para pencari suaka ini turut dipertegas oleh data dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM). Lembaga tersebut mencatat bahwa jumlah korban jiwa di jalur Mediterania tengah terus berada di angka yang mengkhawatirkan dari tahun ke tahun.

Baca Juga :  Marak Aksi Tawuran Sarung, Satpol PP Leuwisadeng Berhasil Menggagalkan 

Sepanjang periode 1 Januari hingga 16 Mei tahun ini saja, IOM melaporkan sudah lebih dari 800 migran yang tewas atau dinyatakan hilang di jalur laut tersebut.

“Tahun lalu, lebih dari 1.300 migran tewas atau hilang di jalur tersebut,” tulis laporan IOM, menegaskan betapa berbahayanya jalur penyeberangan ilegal ini bagi siapa saja yang mencobanya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com