
NARASITODAY.COM, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) resmi memulai rekonstruksi Jalan Leuwiliang-Pasir Ipis-Garehong/Batas Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Leuwiliang. Proyek ini dikerjakan oleh CV Savana Mandalik.
Pekerjaan rekonstruksi berlangsung mulai 16 November hingga 15 Desember 2025.
Selama masa pengerjaan, DPUPR menerapkan sejumlah penyesuaian arus lalu lintas demi menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.
Sebagai konsekuensi proyek, trayek DAMRI perintis jurusan Leuwiliang-Cikidang untuk sementara dialihkan melalui jalur Purwabakti.
Pengalihan dilakukan untuk menghindari titik-titik pekerjaan berat yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
DPUPR mengimbau masyarakat agar waspada, mematuhi arahan petugas, serta menyesuaikan waktu perjalanan selama proses rekonstruksi berlangsung.
Rekonstruksi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas akses transportasi, memperlancar mobilitas warga, dan memperkuat konektivitas Bogor-Sukabumi.
Kepala Terminal Leuwiliang, Wahyu, turut mengonfirmasi adanya penutupan jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer di Desa Purasari, yang merupakan jalur trayek PO DAMRI Leuwiliang-Cikarang.
Ia menyebut pihak terminal telah menerima dan meneruskan surat edaran dari Kecamatan Leuwiliang melalui Kepala Seksi Kesra terkait penutupan jalan mulai 16 November hingga 15 Desember 2025.
Sebagai respons, DAMRI melakukan penyesuaian operasional.
Rute Leuwiliang-Cikarang kini sementara dialihkan melalui
Leuwiliang-Cikidang. Cikidang- Pasir Ipis. Pasir Ipis-Pamijahan- Terminal Leuwiliang
Menurut Wahyu, langkah ini diambil agar layanan transportasi tetap berjalan meski akses utama tengah diperbaiki.
“Kami sudah menerima surat edaran terkait penutupan jalan di Purasari. Sebagai upaya menjaga layanan kepada masyarakat, PO DAMRI melakukan perubahan rute sementara. Trayek dialihkan melalui Cikidang, Pasir Ipis, dan Pamijahan hingga Terminal Leuwiliang,” ujarnya.
Wartawan : Andreas












