NARASITODAY.COM, BOGOR – Drifter muda berbakat, Maliq Abbyzandharu Kazuo, berhasil mencatatkan prestasi gemilang di dunia otomotif Tanah Air setelah dinobatkan sebagai Juara Nasional (National Champion) New Gen 2025 dalam ajang Kejurnas Passion Drift Challenge yang berakhir pekan lalu di Sentul Otopark.
Remaja yang baru berusia 15 tahun ini sukses memboyong total tiga penghargaan sekaligus dari seri kompetisi drifting yang kian menjadi sorotan publik. Maliq meraih gelar Juara Nasional berkat raihan akumulasi poin tertinggi yang dikumpulkan di tiga seri balapan.
Selain gelar National Champion, Maliq juga memenangkan seri final.
“Selain itu, dia juga berhasil menjadi pemenang di seri final Round New Gen Class, yaitu juara 1 di seri ke 3 atau seri terakhir dari kejuaraan Passion Drift Challenge 2025. Maliq pun meraih penghargaan Top Qualifier New Gen, ini adalah juara kualifikasi yaitu pembalap dengan nilai tertinggi pada saat kualifikasi untuk mendapat posisi start paling depan saat balapan berlangsung,” ujar Andre Irawan selaku Team Manager Club Intertek Maliq Racing Team dalam rilis kepada detikSport.
Andre Irawan menyebut pesaing terberat Maliq adalah M. Aryasatya dengan posisi poin yang sangat dekat. Kunci keberhasilan Maliq, menurutnya, adalah latihan yang intens dan konsisten.
Maliq, yang lahir pada 19 Februari 2010 dan juga dikenal sebagai gitaris band SMA Labschool Jakarta, mengungkapkan bahwa kemenangannya didapat dari persiapan yang matang dan menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun teknis.
“Persiapan yang saya lakukan agar bisa tampil maksimal di Kejurnas Passion Drift Challenge 2025 antara lain persiapan skill dengan wajib berlatih secara intens selama satu bulan sebelum balapan dan termasuk juga latihan di simulator. Lalu, secara fisik saya melakukan olahraga jogging dan fitness ringan,” ungkap Maliq.
Keberhasilan ini turut didukung oleh performa mobil BMW E36 tahun 1995 berkubikasi 3.000 cc yang sudah dimodifikasi sesuai regulasi balap, serta penggunaan ban jenis semi slick yang memberikan grip maksimal dan stabilitas tinggi.
Di balik aksi berani Maliq di lintasan, terdapat kekhawatiran yang mendalam dari sang ibunda, Wida Yulianita.
“Maliq mulai belajar menyetir dan hobi drifting di usia 14 tahun. Sebenarnya saya sempat merasa kuatir dan jujur sampai sekarang rasa itu masih muncul saat ia sedang balapan mobil. Namun, rasa ketakutan itu akhirnya jauh berkurang saat mengetahui anak kita sudah mendapatkan perlindungan dengan benar,” ujar Wida Yulianita.
Ia menjelaskan bahwa semua kebutuhan keselamatan (helm SNI/FIA, wearpack, roll cage, dan APAR) dipastikan terpenuhi.
“Jadi, semua kebutuhan safety checklist terpenuhi dan di dalam mobil juga ada Alat Pemadam Api Ringan atau APAR. Lalu, cara paling ampuh dan menenangkan mengatasi ketakutan seorang ibu saat anak sedang balapan mobil adalah dilewat doa yang selalu saya panjatkan kepada Allah SWT agar putera saya dalam perlindungan-Nya.”
Gelar Juara Nasional ini tidak membuat Maliq cepat puas. Ia sudah memiliki target ambisius untuk kompetisi tahun depan, yaitu naik ke Kelas Pro 2, yang merupakan tingkat kompetisi lebih profesional.
“Tahun depan, saya dan Intertek Maliq Racing Team akan fokus mempersiapkan diri menghadapi kelas Pro 2. Untuk bisa berhasil menyabet berbagai penghargaan di kelas Pro 2, persiapan utama yang dilakukan adalah upgrade mesin mobil. Yaitu melakukan modifikasi secara serius untuk menyesuaikan kebutuhan bersaing di kelas Pro 2 dan untuk skill saya akan ditingkatkan melalui latihan intens selama 2 bulan sebelum seri 1 2026 dimulai,” paparnya.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














