NARASITODAY.COM – Cuaca dingin dan hujan sering bikin perut keroncongan lebih cepat, meski baru makan. Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan respons biologis dan hormonal yang didukung penelitian ilmiah. Berikut 5 penjelasan utama mengapa nafsu makan melonjak saat guyuran hujan.
1. Perubahan Hormon Ghrelin, Leptin, dan Kortisol
Suhu dingin tingkatkan hormon ghrelin (hormon lapar) sambil kurangi respons leptin (sinyal kenyang), seperti dijelaskan studi Nutrition & Metabolism. Kurang sinar matahari saat hujan juga naikkan kortisol stres, picu craving karbohidrat untuk produksi serotonin yang perbaiki mood.
2. Aktivitas Fisik Menurun Saat Hujan
Hujan bikin malas bergerak, kurangi pengeluaran energi harian. Tubuh anggap ini sinyal lapar karena metabolisme melambat, ditambah rasa bosan dorong ngemil. Better Health Facts sebut ini respons psikologis yang umum di musim hujan.
3. Efek Termik Makanan Hangatkan Tubuh
Makan picu termogenesis (panas dari pencernaan), bantu stabilkan suhu tubuh saat dingin. Ahli gizi Bri Bell bilang makanan berat seperti sup atau gorengan terasa nikmat karena efek cepat ini. WHO catat butuh tambahan 100 kkal per penurunan 5°C suhu.
4. Seasonal Affective Disorder (SAD) Picu Craving Karbo
Cuaca mendung minim sinar matahari sebabkan SAD ringan, gejala utamanya nafsu makan naik untuk karbohidrat dan gula demi serotonin. Efek mirip musim dingin di negara tropis saat hujan panjang.
5. Nostalgia Emosional Bangkitkan Kenangan Nyaman
Hujan aktifkan memori makanan masa kecil seperti mie rebus atau pisang goreng, via asosiasi psikologis. Psikolog Lax Saranya sebut ini mekanisme otak cari kenyamanan emosional, bukan lapar fisik murni.
Fenomena ini wajar, tapi kendalikan porsi agar sehat. Pilih makanan bergizi, tetap aktif ringan, dan nikmati hujan tanpa overeating.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














