Harga Kacang Tanah di Bogor “Menggila” Jelang Natal dan Tahun Baru

0
“Seorang pembeli berbelanja kebutuhan pokok di sebuah kios sembako di Pasar Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/12/2025). Menjelang Natal, sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga, termasuk kacang tanah yang melonjak hampir dua kali lipat. Foto: Nathania /MG2.”

NARASITODAY.COM, BOGOR Harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Di Pasar Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pedagang mulai merasakan dampak dari naiknya harga tersebut. Kacang tanah tercatat sebagai komoditas dengan lonjakan harga tertinggi.

Dewi (41), pedagang sembako di Pasar Bojonggede yang telah berjualan bertahun-tahun, mengungkapkan hampir seluruh harga bahan pokok naik dalam beberapa pekan terakhir. Namun, tingkat kenaikannya bervariasi.

Baca Juga :  Damkar Bogor Tuntaskan Kebakaran Angkot dalam 1,5 Jam, Sopir Dirawat di RSUD Leuwiliang

“Hampir semua bahan pokok naik, ada yang signifikan, ada yang naik cuma sedikit,” ujarnya saat ditemui di lapaknya, Rabu (10/12/2024).

Dari berbagai bahan pangan, kacang tanah mengalami lonjakan paling tinggi. Harga yang biasanya stabil kini hampir dua kali lipat dari sebelumnya. Dewi menjual kacang tanah seharga Rp 42.000 per kilogram, naik dari Rp 23.000 per kilogram.

Terkait penyebab kenaikan, Dewi mengaku tidak mengetahui secara pasti. Ia menduga ada masalah pada stok impor atau pasokan dari petani.

Baca Juga :  Dishub Bogor Tutup Akses ke Stadion Pakansari Malam Tahun Baru

“Mungkin impornya yang kurang, atau memang panennya kurang. Saya juga tidak mengerti, makanya bisa naiknya segitu,” katanya.

Meski tidak sampai langka, Dewi mengaku mendapatkan stok kacang tanah kini lebih sulit dari biasanya. Jumlah pasokan yang datang juga lebih sedikit dibandingkan hari-hari normal.

Kenaikan harga tersebut membuat sebagian pelanggan menahan diri untuk membeli, terutama untuk kebutuhan rumah tangga. Namun, pembeli yang menggunakan kacang tanah untuk bahan jualan tetap membeli meski harga naik.

Baca Juga :  Detik-Detik Penyelamatan Remaja Pingsan Saat Lari di Kebun Raya Bogor

“Awal-awal pasti ada yang tidak jadi beli. Tapi kalau yang buat jualan, mau tidak mau mereka tetap beli. Kalau untuk kebutuhan rumah, biasanya mereka agak menolak,” ujarnya.

Dewi berharap kondisi harga bisa kembali stabil setelah libur panjang berakhir agar aktivitas jual beli kembali normal dan tidak memberatkan konsumen maupun pedagang. (MG3)

Editor : Mutiara