Rumah Janda Empat Anak Korban Gempa di Jayaraharja Rusak Parah, Terpaksa Ngontrak di Huntap

0
Rumah tidak layak huni
Irma Sriwidia Astuti (34) saat menunjukkan atap rumahnya yang kian memprihatinkan. Foto (Andres/Narasitoday.com)

NARASITODAY.COM, BOGOR – Kondisi rumah milik seorang janda di Kampung Setu, Desa Jayaraharja, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, memprihatinkan.

Rumah tersebut mengalami retak-retak parah dan atapnya lapuk akibat gempa yang terjadi empat tahun lalu.

Pemilik rumah, Irma Sriwidia Astuti (34), mengaku rumahnya sudah tidak layak ditempati.

Retakan terlihat hampir di seluruh dinding, sementara genteng banyak yang jatuh sehingga air hujan kerap masuk ke dalam rumah.

Baca Juga :  Kebakaran Hanguskan Asrama Santri Putra Ponpes Riyadhul Hidayah Al-Kholiliyah Jasinga

“Awalnya waktu ada gempa, jadi pada retak. Karena hujan terus, gentengnya pada jatuh,” ujar Irma saat ditemui di kediaman kontrakannya, Selasa (16/12/2025).

Karena kondisi rumah yang nyaris roboh dan membahayakan keselamatan, Irma terpaksa meninggalkan kediamannya.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Tekankan Pentingnya Nilai Kebhinekaan dan Gotong Royong dalam Penguatan Budaya Kerja ASN

Ia kini mengontrak di Hunian Tetap (Huntap) Kampung Gunung Koneng dengan biaya sewa Rp250 ribu per bulan.

“Kurang lebih empat tahun saya menempati rumah dalam kondisi nyaris roboh. Selalu was-was, takut ambruk, makanya saya memilih ngontrak,” katanya.

Irma yang merupakan ibu dari empat anak mengaku tidak memiliki penghasilan tetap.

Baca Juga :  Relawan Rudy-Jaro Ade Targetkan 80 Persen Suara di Kecamatan Cigudeg

Sejak berpisah dengan suaminya, kebutuhan hidup sehari-hari hanya mengandalkan bantuan orang tua dan saudara.

Ia berharap pemerintah dapat membantu memperbaiki rumahnya agar kembali layak huni.

“Saya berharap ada bantuan dari pemerintah. Saya nggak punya suami dan nggak kerja,” ucapnya.

Wartawan : Andreas