NARASITODAY.COM, BOGOR- Adanya rumah janda empat anak kondisi rumahnya memprihatinkan dan terpaksa tinggal dikontrakkan.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom mendesak Pemerintah Desa Jayaraharja, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. segera mengecek dan mendata agar masuk program rutilahu .
”Desa harus segera mengecek langsung kelapangan dan mengusulkan rumah Bu Irma bisa dibantuan lewat program rutilahu,” tegasnya.
Politisi partai Golkar, Aan mengungkapkan untuk tahun 2025, saat dinas terkait masih melakukan pendataan rumah yang bakal diberikan bantuan program rutilahu.
Sebelum bantuan rutilahu turun kemasyarakatan yang membutuhkan tentunya peran Desa sangat penting dalam melakukan verifikasi dan pendata para penerima bantuan tersebut.
Hal ini penting dilakukan karena syarat untuk mendapat bantuan atau program bedah rumah dari pemerintah tergantung dari usulan yang dilakukan pemerintah desa (pemdes).
”Tentunya dengan keterbatasan quota anggaran bantuan rutilahu dari pemerintah daerah, tentunya Desa harus melakukan pendataan dengan cermat dan tepat mana saja masyarakat yang menjadi prioritas mendapat bantuan rutilahu agar bisa di bantu secepatnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jayaraharja, Kecamatan Sukajaya Unus membenarkan rumah milik Irma Sriwidia Astuti warga Kampung Setu kondisi rumahnya memperhatikan. Namun, pemdes tidak berdiam diri akan adanya rumah janda empat anak yang rusak tersebut.
Pihaknya sudah mengusulkan bantuan Rutilahu ke Dinas terkait, termasuk lewat aspirasi dewan.
”Kita sudah mengusulkan ke pemerintah daerah agar rumah Bu Irma dibangun.Termasuk anggota Dewan Golkar Aan sebanyak tiga unit dan Anggota Dewan PKB Nurodin sebanyak tiga unit dengan total enam unit. Akan tetapi bantuan rutilahu tersebut memang belum cair, ” ungkapnya.
Ia mengungkapkan kondisi rumah janda empat anak tersebut merupakan milik pribadi dan memang kondisi rumahnya sudah lama rusak.
Ia berharap rumah warga yang kini rusak dan perlu bantuan Rutilahu di Desa Jayaraharja bisa dibantuan oleh pemerintah daerah dan anggota DPRD Kabupaten Bogor.
Rumah seorang janda empat anak di Kampung Setu, Desa Jayaraharja, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Irma Sriwidia (34), kondisinya memprihatinkan karena nyaris ambruk.
Karena kondisi tersebut, ia terpaksa mengontrak di hunian tetap atau huntap bersama empat anaknya karena khawatir rumahnya sewaktu-waktu roboh.
Irma mengaku rumahnya sudah tidak layak ditempati.
Terlihat retakan hampir di seluruh dinding, sementara atap rumah sudah banyak yang jatuh.
Wartawan : Andreas













