Dubai Diselimuti Mendung Gelap, Pemerintah UEA Instruksikan Warga Tetap Diam di Rumah

0
Dubai
Ilustrasi Pemandangan udara cakrawala Dubai saat matahari terbenam.Foto : Istock

NARASIITODAY.COM, DUBAI – Kota metropolitan Dubai yang biasanya berkilau di bawah terik matahari, kini diselimuti mendung pekat yang mencemaskan. Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) mengeluarkan instruksi darurat yang mendesak warga untuk tetap berada di dalam rumah, kecuali untuk urusan yang “benar-benar diperlukan”, menyusul ancaman hujan lebat yang diprediksi akan mengguyur negara gurun tersebut.

Peringatan ini bukan tanpa alasan. Hanya beberapa jam sebelum pengumuman resmi dikeluarkan, rintik hujan yang mulai mendarat telah menyebabkan genangan di beberapa ruas jalan utama. Polisi Dubai bergerak cepat dengan mengirimkan peringatan langsung ke jutaan ponsel warga guna memastikan keselamatan publik terjaga.

Baca Juga :  Penuh Keberanian: Anjing Liar Tuntun Pendaki Tersesat di Pegunungan Peru Menuju Keselamatan

“Demi keselamatan Anda, harap tetap waspada karena kondisi cuaca yang tidak stabil diperkirakan akan terjadi dalam beberapa jam mendatang, dan hindari keluar rumah kecuali jika benar-benar diperlukan hingga tengah hari pada hari Jumat,” bunyi pesan peringatan kepolisian yang diterima warga pada Jumat (19/12/2025).

Pusat Meteorologi Nasional (NCM) memperingatkan bahwa cuaca ekstrem ini tidak hanya melanda Dubai, tetapi juga meluas hingga ibu kota Abu Dhabi dan seluruh wilayah UEA. Fenomena ini juga dirasakan oleh negara-negara Teluk lainnya seperti Arab Saudi dan Qatar, di mana hujan deras telah memaksa pembatalan pertandingan sepak bola Piala Arab.

Baca Juga :  Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin Meninggal Dunia di RS Siloam Jakarta

Bagi warga Dubai, gemuruh petir kali ini membawa kembali ingatan pahit pada April tahun lalu. Kala itu, hujan paling dahsyat dalam 76 tahun terakhir melumpuhkan total pusat penerbangan internasional tersibuk di dunia tersebut. Jalanan berubah menjadi sungai, rumah-rumah terendam, dan infrastruktur kota yang minim saluran pembuangan air hujan tak berdaya menghadapi terjangan air.

Tragedi tahun lalu menyisakan luka dengan catatan sedikitnya empat orang tewas, termasuk tiga pekerja asal Filipina dan seorang warga Emirat. Sebuah studi dari kelompok World Weather Attribution (WWA) memberikan catatan serius bahwa fenomena ini bukanlah kebetulan belaka.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Hujan Seharian di Jabodetabek

Laporan tersebut menemukan bahwa pemanasan global akibat emisi bahan bakar fosil “kemungkinan besar” memperburuk intensitas hujan lebat yang melanda UEA dan Oman. Kini, saat awan tebal kembali menggantung di atas gedung-gedung pencakar langit Dubai, otoritas setempat tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun. Warga diminta bersiap menghadapi ketidakstabilan cuaca yang diprediksi akan mencapai puncaknya hingga Jumat siang.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com