NARASITODAY.COM JAKARTA – Keju kerap dihindari karena kandungan lemaknya, namun riset terbaru dari Swedia justru memunculkan temuan menarik. Studi observasional yang mengikuti hampir 28 ribu orang selama 25 tahun menunjukkan konsumsi keju dan krim tinggi lemak dalam jumlah tertentu dikaitkan dengan risiko demensia yang sedikit lebih rendah.
Penelitian yang dilakukan di Malmö, Swedia, ini menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi keju tinggi lemak sekitar 50 gram per hari memiliki risiko demensia lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya. Meski begitu, para pakar menekankan hasil ini belum bisa dijadikan dasar untuk mengubah rekomendasi pola makan secara luas.
Sejumlah ahli gizi dan kesehatan otak menilai temuan tersebut masih berada di batas signifikansi statistik. Selain itu, pola makan peserta hanya dicatat di awal penelitian, sehingga perubahan gaya hidup selama puluhan tahun tidak sepenuhnya terpantau.
Para pakar juga mengingatkan bahwa manfaat keju tinggi lemak kemungkinan muncul ketika makanan ini menggantikan pilihan yang lebih buruk secara nutrisi, seperti daging olahan. Artinya, keju bukanlah “obat” pencegah demensia, melainkan bagian dari pola makan yang relatif lebih seimbang jika dikonsumsi dengan bijak.
Studi ini kembali menggarisbawahi pentingnya pola makan seimbang dan gaya hidup sehat secara keseluruhan dalam menjaga kesehatan otak hingga usia lanjut. (MG3)
Editor : Mutiara













