
NARASITODAY.COM, BOGOR- Bangunan SD Negeri Ciketug di Desa Pangkal Jaya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, akhirnya memilih menyerah lebih dulu sebelum diperbaiki.
Pada Senin (22/12/2025) sekitar pukul 18.30 WIB, empat ruang kelas sekolah dasar tersebut roboh, menutup panjangnya drama laporan kerusakan yang selama ini seolah hanya jadi arsip Musrenbang.
Ironisnya, robohnya bangunan ini bukan kejutan. Kondisi sekolah sudah lama memprihatinkan dan bahkan bisa dibilang menunggu giliran.
Kepala desa dan pihak sekolah mengaku telah lebih dari tiga tahun rutin mengajukan permohonan perbaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Sayangnya, hingga bangunan roboh, usulan tersebut masih setia berstatus menunggu.
Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, membenarkan peristiwa tersebut. Polisi pun langsung mengamankan lokasi agar sekolah tidak roboh lagi secara berjamaah.
“Kami amankan TKP untuk mengantisipasi roboh susulan. Masyarakat dan siswa kami larang mendekat demi keselamatan,” ujar Ucup.
Ia juga berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor segera turun tangan, sebelum bangunan lain ikut-ikutan “menyusul”.
Kepala Desa Pangkal Jaya, Taupik Sumarna, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Menurutnya, setiap tahun kondisi SD Negeri Ciketug selalu masuk daftar usulan Musrenbang.
“Setiap tahun kami ajukan. Kondisinya sudah miris, tapi tak pernah direalisasikan sampai akhirnya roboh,” ujarnya.
Taupik mengaku telah melaporkan kejadian ini ke pihak Kecamatan Nanggung dan meminta Dinas Pendidikan lebih serius mendengar suara dari desa, bukan hanya mencatatnya.
Kepala SD Negeri Ciketug, Mursyid, juga mengungkapkan bahwa kerusakan bangunan sudah berlangsung lama. Dalam dua tahun terakhir, atap sekolah perlahan rusak, namun tetap digunakan karena tak ada alternatif.
“Atap rusak pelan-pelan, tapi kami tetap pakai karena tidak ada pilihan. Perbaikan yang diusulkan tak pernah terwujud,” ungkapnya.
Kini, empat ruang kelas resmi tak bisa dipakai, kecuali untuk mengenang masa lalu.
Warga sekitar, Aep, masih teringat jelas suara gemuruh saat bangunan roboh. Ia bersyukur kejadian terjadi pada malam hari.
“Alhamdulillah malam. Kalau pagi bisa ada korban, karena paginya ada pembagian rapor,” ucapnya.***
Wartawan : Andreas












