NARASITODAY.COM, JAKARTA – Selama ini, chlorhexidine dikenal luas sebagai obat kumur medis yang efektif membasmi bakteri penyebab masalah gigi dan mulut. Namun, di balik manfaatnya, penggunaan jangka panjang chlorhexidine juga kerap dikaitkan dengan efek samping seperti perubahan warna gigi, gangguan indera perasa, hingga kekhawatiran terkait resistansi antimikroba.
Di tengah kebutuhan akan alternatif yang lebih ramah, ekstrak bawang putih mulai dilirik. Penelitian terbaru yang dilakukan tim peneliti dari University of Sharjah, Uni Emirat Arab, menunjukkan bahwa obat kumur berbasis ekstrak bawang putih memiliki efektivitas yang sebanding dengan chlorhexidine dalam menekan bakteri mulut.
Tinjauan sistematis terhadap lima studi klinis pada manusia ini menyoroti kemampuan ekstrak bawang putih dalam melawan Mutans Streptococci, bakteri utama penyebab gigi berlubang. Hasilnya, obat kumur bawang putih terbukti mampu menurunkan jumlah bakteri berbahaya secara signifikan, terutama pada konsentrasi tertentu.
Meski demikian, efektivitas tersebut sangat dipengaruhi oleh kadar ekstrak yang digunakan. Pada konsentrasi lebih tinggi, bawang putih bahkan menunjukkan daya hambat bakteri yang lebih kuat dibanding chlorhexidine. Temuan ini dinilai menjanjikan, terutama karena bawang putih juga dianggap memiliki risiko efek samping yang lebih ringan.
Namun, para peneliti mengingatkan bahwa penggunaan obat kumur berbahan bawang putih masih memerlukan uji klinis lanjutan dengan skala lebih besar. Faktor kenyamanan, seperti rasa menyengat dan aroma kuat, juga menjadi tantangan tersendiri sebelum produk ini dapat digunakan secara luas.
Meski masih dalam tahap pengembangan, hasil penelitian ini membuka peluang baru bagi pemanfaatan bahan alami sebagai bagian dari perawatan kesehatan gigi dan mulut di masa depan. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : idntimes.com














