NARASITODAY.COM, LONDON – Mikel Arteta kini tengah menatap papan strategi dengan dahi berkerut. Meski telah membelanjakan lebih dari £1 miliar selama masa kepemimpinannya, sang manajer Arsenal tersebut kini menghadapi krisis yang tak terduga: lini belakangnya mulai rapuh akibat badai cedera yang datang bertubi-tubi.
Menjelang dibukanya bursa transfer Januari 2026, Arteta secara terbuka memberikan sinyal bahwa Arsenal siap kembali “berburu” demi menambal lubang di pertahanan mereka.
Pemandangan tak biasa terlihat saat Arsenal menghadapi Brighton baru-baru ini. Gelandang bertahan sekelas Declan Rice terpaksa ditarik mundur menjadi bek kanan darurat. Keputusan eksperimental ini diambil setelah Jurrien Timber dan Riccardo Calafiori menyusul Ben White ke ruang perawatan. White sendiri masih berkutat dengan cedera hamstring sejak pertengahan Desember tanpa kepastian tanggal kembali.
Arteta menegaskan bahwa klub sebesar Arsenal tidak boleh berpangku tangan melihat situasi ini jika ingin memutus dahaga gelar Premier League yang telah berlangsung selama dua dekade.
“Kami Arsenal dan kami harus melihat situasinya: ‘Apa yang kami butuhkan?’,” ujar Arteta menanggapi potensi belanja pemain baru di jendela transfer musim dingin.
Meskipun Arsenal telah memiliki Cristhian Mosquera dan Piero Hincapie, kebutuhan akan satu bek tambahan tetap menjadi opsi yang masuk akal. Terlebih, Arsenal masih bertarung di empat kompetisi sekaligus. Arteta menyadari bahwa di liga sekeras Premier League, kedalaman skuad adalah kunci yang tidak bisa ditawar.
“Kami harus sangat sadar dengan situasi dan rentang waktu pemulihan pemain. Kedalaman skuad seperti inilah yang dibutuhkan,” tegasnya.
Dilema pun muncul bagi para talenta muda seperti Ethan Nwaneri atau Myles Lewis-Skelly. Arteta mengakui bahwa ambisi meraih trofi musim ini memaksa tim untuk lebih mengutamakan hasil jangka pendek ketimbang menit bermain bagi pemain muda. Ia menyerahkan pemetaan pasar kepada direktur teknik untuk mencari solusi instan namun tepat.
“Saya menyerahkan banyak hal terkait pasar kepada Andrea [Berta] untuk memahami apa yang terjadi. Kami harus melihat posisi setiap pemain dan mencari solusi terbaik,” tambah Arteta.
Di tengah awan mendung cedera, sedikit cahaya mulai muncul. Gabriel Magalhaes telah kembali mencicipi rumput hijau sebagai pemain pengganti saat melawan Brighton. Selain itu, kabar kembalinya Kai Havertz dari cedera lutut dalam waktu dekat juga menjadi suntikan moral bagi tim.
Namun, keberhasilan Arsenal di paruh kedua musim ini tampaknya akan sangat bergantung pada apa yang terjadi di meja perundingan bursa transfer Januari. Bagi Arteta, mendatangkan satu bek baru bukan lagi soal keinginan, melainkan keharusan untuk memastikan “Tembok London” miliknya tidak runtuh sebelum musim berakhir.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














