Momen Perayaan Tahun Baru di Filipina Berubah Mencekam, Ledakan Granat Guncang Pesta di Cotabato!

0
tewas
Ilustrasi garis polisi. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, COTABATO – Harapan warga Barangay Dalapitan untuk menyambut tahun 2026 dengan sukacita hancur dalam sekejap. Sebuah ledakan granat mengguncang pesta pinggir jalan di wilayah Matalam, Provinsi Cotabato, Filipina, hanya beberapa menit setelah lonceng tengah malam berbunyi, Rabu (1/1/2026) dini hari.

Insiden tragis ini mengubah sorak-sorai perayaan menjadi jeritan histeris. Sebanyak 22 orang dilaporkan terluka akibat terkena serpihan peledak saat mereka tengah berkumpul merayakan pergantian tahun.

Kepolisian Matalam melaporkan bahwa serangan terjadi tak lama setelah pukul 12:00 waktu setempat. Menurut keterangan saksi mata di lokasi, suasana yang semula meriah mendadak mencekam ketika sebuah sepeda motor yang dikendarai dua orang melintas dengan kecepatan sedang di depan kerumunan.

Baca Juga :  Putusan Institut HAM Belanda Ungkap Diskriminasi Upah Pelaut Indonesia dan Filipina

Tanpa peringatan, salah satu tersangka melemparkan bahan peledak ke arah warga yang sedang berpesta. Kepolisian meyakini senjata yang digunakan adalah granat tangan, menyusul ditemukannya serpihan tajam (shrapnel) yang tersebar di aspal dan lokasi kejadian.

Saat ini, tim penyidik kepolisian tengah bekerja keras membedah rekaman CCTV dari sekitar area Barangay Dalapitan untuk mengidentifikasi wajah dan arah pelarian kedua pelaku.

Baca Juga :  Ngeri! Buaya Raksasa Terkam Bocah 9 Tahun di Berau, Ukurannya Lebih dari 5 Meter

Gubernur Cotabato, Emmylou Mendoza, segera bereaksi atas insiden yang menodai awal tahun tersebut. Ia mengutuk keras tindakan pengecut yang menyasar warga sipil di tengah momen perayaan.

“Kekerasan tidak punya tempat di provinsi ini,” tegas Mendoza dalam pernyataan resminya.

Mendoza telah menginstruksikan kepolisian Matalam untuk bergerak cepat tanpa kompromi. Ia menegaskan bahwa para pelaku harus segera ditangkap dan diseret ke pengadilan. Meski mengakibatkan puluhan orang dilarikan ke rumah sakit, otoritas mengonfirmasi bahwa hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.

Baca Juga :  Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Akan Diadili di ICC atas Tuduhan Kejahatan terhadap Kemanusiaan

Pemerintah daerah telah berkomitmen untuk menanggung seluruh bantuan medis dan memberikan dukungan psikologis bagi para korban terdampak.

Serangan ini kembali memicu kekhawatiran mengenai stabilitas keamanan di Filipina Selatan. Wilayah ini memang telah lama menjadi perhatian khusus pihak otoritas akibat aktivitas kelompok bersenjata yang kerap memanfaatkan momen keramaian untuk melancarkan teror.

Data Singkat Insiden:

  • Waktu Kejadian: Rabu, 1 Januari 2026 (Sekitar pukul 00:05).
  • Lokasi: Barangay Dalapitan, Matalam, Cotabato.
  • Korban: 22 orang luka-luka (0 meninggal).
  • Modus: Pelemparan granat dari sepeda motor (drive-by grenade attack).***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com