Venezuela Bersiap Memilih Pemimpin Baru dari Calon-Calon Potensial

0
Venezuela
Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado. Foto : sindonews.com

NARASITODAY.COM, CARACAS – Langit di atas Istana Miraflores kini diselimuti kabut ketidakpastian yang pekat. Pengumuman mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai penangkapan Nicolás Maduro telah mengguncang fondasi politik Venezuela.

Dalam sekejap, Caracas terjebak dalam kekosongan kekuasaan, memicu spekulasi liar tentang siapa yang akan memegang kemudi di negara yang tengah terluka oleh krisis berkepanjangan ini.

Trump menegaskan bahwa penangkapan ini adalah bagian dari operasi besar AS. Ia mengungkapkan bahwa peringatan telah diberikan sejak November lalu: masa jabatan Maduro hanyalah soal waktu. Kini, ketika sang pemimpin berada dalam jeruji besi AS, pertanyaan besar muncul: Siapa yang sanggup menyatukan kepingan Venezuela?

Baca Juga :  Mengapa Rak Buku Sangat Penting? Berikut 5 Alasan untuk Para Pecinta Literatur

Nama Maria Corina Machado, peraih Nobel Perdamaian 2025 sekaligus pemimpin partai Vente Venezuela, langsung mencuat sebagai favorit. Namun, langkah Machado menuju kursi presiden tidak semulus dukungannya yang masif.

Christopher Sabatini, peneliti senior di Chatman House, memberikan analisis tajam mengenai posisi Machado. “Ada banyak hambatan di jalurnya karena ia telah mengatakan tidak akan menerima pemerintahan sementara. Ia menginginkan pemerintahan yang sah dan terpilih secara demokratis mengambil alih kekuasaan, tetapi itu bukan jalur yang jelas menuju kekuasaan,” ujar Sabatini kepada wartawan.

Sabatini mengingatkan bahwa elite rezim Maduro yang terdesak tidak akan menyerah begitu saja. “Tidak benar-benar menjadi kepentingan mereka untuk menyingkir dan membiarkan Maria Corina Machado masuk ke istana presiden, terutama karena ia sendiri telah berbicara tentang memastikan keadilan bagi mereka yang melakukan pelanggaran HAM atau terlibat dalam kegiatan ilegal,” tambahnya.

Baca Juga :  Delcy Rodriguez Resmi Dilantik Jadi Presiden Venezuela, Kecam Penangkapan Maduro oleh AS

Selain Machado, muncul nama Edmundo González, tokoh yang diyakini secara luas sebagai pemenang Pilpres 2024 namun terpaksa mengungsi ke Spanyol. Sabatini menilai González bisa naik takhta hanya jika rezim lama runtuh total. “Namun jalur menuju kekuasaan dengan sisa-sisa pemerintahan Maduro yang masih ada, yang saling bersaing untuk menggantikannya, sama sekali tidak sederhana,” tegasnya.

Di sisi lain, konstitusi Venezuela menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai ahli waris pertama. Meski memiliki koneksi diplomatik dan ekonomi, Delcy dan saudara laki-lakinya, Jorge Rodríguez, dipandang sebagai bagian dari mesin represi rezim.

Baca Juga :  Satlantas Polres Bogor Catat 5.924 Pelanggaran Lalu Lintas dalam Operasi Zebra Lodaya 2024

Sabatini mempertanyakan posisi Washington dalam skenario ini: “Pertanyaannya adalah seberapa besar toleransi pemerintahan Trump untuk membiarkan sisa-sisa pemerintahan Maduro tetap bertahan?” mengingat Delcy juga berada dalam daftar sanksi AS.

Tak bisa diabaikan, kekuatan militer tetap menjadi “kartu as” di lapangan. Nama Jenderal Vladimir Padrino López, sang loyalis militer, serta Diosdado Cabello yang dikenal sebagai tokoh garis keras dan orang kepercayaan mendiang Hugo Chávez, membayangi proses transisi ini.

Kini, Venezuela berada di titik nadir antara harapan akan demokrasi baru atau terjatuh kembali ke dalam perebutan kekuasaan oleh elite bersenjata.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com