NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kasus varian baru influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu mulai menjadi perhatian di Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat puluhan kasus telah ditemukan di sejumlah provinsi, dengan kelompok anak-anak menjadi yang paling banyak terdampak.
Berdasarkan data yang ada, anak usia 1–10 tahun mendominasi kasus super flu di Tanah Air. Kondisi ini membuat upaya pencegahan pada anak menjadi hal yang penting, terutama di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam mencegah penularan super flu. Langkah sederhana seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, menjaga jarak dari orang yang sedang tidak sehat, serta menerapkan etika batuk dinilai efektif menekan risiko penularan.
Selain itu, orang tua juga diimbau memastikan anak mendapatkan asupan gizi seimbang, cukup istirahat, dan minum air putih yang cukup. Jika anak mengalami gejala yang berat atau tidak kunjung membaik, segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
IDAI juga merekomendasikan vaksinasi influenza rutin untuk anak-anak. Meski tergolong varian baru, vaksin influenza yang tersedia saat ini masih dinilai efektif untuk mengurangi risiko penularan serta mencegah gejala yang lebih berat. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth













