Pemkot Surabaya Terbitkan Surat Edaran Waspada Super Flu

0
Super Flu
Ilustrasi sempel darah super flu. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, SURABAYA – Sebuah peringatan kesehatan muncul ke permukaan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.7.1/1001/436.7.2/2026 guna membentengi warga dari ancaman virus yang dijuluki “Super Flu“.

Meski terdengar mengancam, langkah ini diambil bukan untuk memicu kepanikan, melainkan sebagai upaya deteksi dini. Mengingat hingga akhir Desember 2025, Jawa Timur menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi kasus tertinggi di Indonesia.

Virus di balik Super Flu ini adalah Influenza A subtipe H3N2 subclade K. Berbeda dengan flu musiman biasa, varian ini dikenal memiliki kecepatan penularan yang agresif dan gejala klinis yang lebih mencolok.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menjelaskan bahwa gejala sering kali muncul mendadak, mulai dari demam tinggi yang menyengat hingga rasa lemas yang luar biasa.

Baca Juga :  Satpol PP Bogor Amankan Ribuan Botol Miras Golongan B dan C Tanpa Izin

“Karena itu, kewaspadaan dini menjadi kunci. Interaksi sehari-hari yang tampak sederhana bisa menjadi jalur penularan jika kewaspadaan diabaikan,” ujar Lilik di Surabaya, Selasa (27/1/2026).

Penularan virus ini serupa dengan Covid-19, yakni melalui droplet saat berbicara, bersin, atau kontak fisik seperti berjabat tangan.

Pemkot Surabaya meminta warga untuk kembali menghidupkan kebiasaan memakai masker di kerumunan dan rajin mencuci tangan. Disiplin protokol kesehatan dianggap sebagai cara paling efektif dan murah untuk memutus rantai penyebaran H3N2.

“Penggunaan masker di area kerumunan, penerapan etika batuk dan bersin, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah sederhana namun efektif,” tambah Lilik.

Baca Juga :  Pembahasan PKS TPAS Galuga Belum Temukan Titik Terang

Bagi warga yang mulai merasakan nyeri otot hebat atau demam tinggi hingga 41’C, Lilik mengimbau untuk tidak melakukan pengobatan mandiri. “Kami minta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan tidak melakukan pengobatan mandiri tanpa pengawasan tenaga kesehatan,” tegasnya.

Meski namanya terdengar intimidatif, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan pernyataan yang menenangkan. Ia menegaskan bahwa Super Flu bukanlah virus baru seperti SARS-CoV-2 yang memicu pandemi 2020 silam.

Berbicara di RSUP Dr. Sardjito beberapa waktu lalu, Menkes menekankan bahwa tubuh manusia secara umum sudah memiliki memori imunitas terhadap jenis influenza ini karena sudah dikenal selama puluhan tahun.

Baca Juga :  Mendagri Tito Karnavian Ajak Pemda Sukseskan Program Tiga Juta Rumah Presiden Prabowo

Super flu ini sebenarnya influenza yang sudah lama ada virusnya, beda dengan Covid. Covid itu virus baru, jadi daya tahan tubuh kita belum ada karena nggak kenal,” jelas Budi Gunadi Sadikin.

Hingga saat ini, belum ada laporan kasus kematian akibat Super Flu di Indonesia. Meski demikian, dengan 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi, Surabaya memilih untuk tetap waspada, memastikan bahwa sistem kesehatan kota siap merespons sebelum “pembunuh senyap” ini menyebar lebih luas di tengah masyarakat.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com